Uncategorized

Karhutla di Kotim Terus Meluas, Petugas Berjibaku Lindungi Permukiman

×

Karhutla di Kotim Terus Meluas, Petugas Berjibaku Lindungi Permukiman

Sebarkan artikel ini
Wadan Yon TP 923 Mentaya Kapten Inf Agung Pradono bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) Baamang Barat saat berjibaku memadamkan karhutla di Kotawaringin Timur. (ist)

Sampit, Nusaborneo.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, masih belum sepenuhnya terkendali. Hingga 12 Agustus, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 605,3 hektare.

Sejumlah titik kebakaran berada di kawasan Jalan Bumi Raya dan Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Baamang. Petugas gabungan pun masih berjibaku memadamkan api yang kembali muncul di sejumlah lokasi.

Di Jalan Bumi Raya, warga bersama relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) Baamang Barat dan personel Yon TP 923 Mentaya telah berhari-hari melakukan pemadaman. Mereka tak hanya menghadapi kobaran api, tetapi juga kepungan asap tebal di tengah kondisi lahan yang kering.

Vegetasi semak dan belukar yang cukup lebat membuat api mudah menjalar. Titik api juga kerap kembali muncul saat siang hari ketika cuaca panas dan kondisi lahan semakin kering.

Akibatnya, proses pemadaman tak jarang harus dilakukan hingga malam hari.

Kondisi di lapangan semakin menantang karena sumber air berada cukup jauh dari lokasi kebakaran. Tekanan air dari mesin pompa pun menjadi kurang maksimal sehingga petugas harus mencari titik penyaluran air yang lebih efektif.

“Kita diperbantukan untuk fokus pemadaman api dikarenakan sudah mulai dalam dan sangat dekat dengan pemukiman,” kata Wadan Yon TP 923 Mentaya, Kapten Inf Agung Pradono.

Pemadaman di Jalan Bumi Raya belum sepenuhnya tuntas. Menjelang malam, titik api baru kembali muncul di sekitar Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Baamang.

Petugas langsung memusatkan pemadaman di lokasi tersebut. Sebab, lahan yang terbakar berada tidak jauh dari sebuah pondok pesantren yang menjadi tempat beraktivitas ratusan santri.

Situasi ini membuat petugas harus bergerak cepat untuk mencegah api meluas dan mendekati area pemukiman maupun fasilitas di sekitarnya.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Tengah per 12 Agustus, karhutla di Kotawaringin Timur tercatat sebanyak 235 kejadian. Sementara itu, jumlah hotspot mencapai 1.944 titik dengan total luas lahan terbakar mencapai 605,3 hektare.

Besarnya luasan lahan yang terbakar menunjukkan karhutla di Kotawaringin Timur masih menjadi ancaman serius. Kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar membuat api berpotensi kembali muncul meski sebelumnya telah dilakukan pemadaman.

Petugas pun masih harus berpacu dengan waktu, terutama saat cuaca panas dan kering, agar kobaran api tidak kembali meluas dan mengancam permukiman serta aktivitas warga. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *