DPRD Gumas

DPRD Gumas Dukung Usulan Revitalisasi Puluhan Sekolah

×

DPRD Gumas Dukung Usulan Revitalisasi Puluhan Sekolah

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Gunung Mas Herda. 

Kuala Kuru, Nusaborneo.com – Komisi III DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mendukung langkah yang dilakukan oleh dinas pendidikan, kepemudaan dan olahraga (disdikpora) setempat, dalam memperjuangkan usulan revitalisasi puluhan sekolah ke pemerintah pusat.

“Usulan itu bukan sekadar membangun gedung sekolah, tapi menyelamatkan masa depan generasi muda. Jangan sampai anak di pelosok terus belajar pada ruang kelas yang rusak atau tidak memenuhi standar,” ucap Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Gumas Herda, Rabu (15/7/2026).

Dia menegaskan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh dikorbankan hanya karena keterbatasan anggaran daerah. Diharapkan Kemendikdasmen memberi prioritas kepada usulan yang disampaikan pemkab, karena menyangkut hak anak-anak untuk memperoleh fasilitas belajar yang aman dan layak.

“Sekarang ini, kondisi sarana pendidikan di sejumlah wilayah pelosok di Kabupaten Gumas sudah tidak layak, dan itu membutuhkan intervensi serius dari pemerintah pusat. Pendidikan merupakan fondasi pembangunan daerah,” tegas Politisi Partai Golkar ini.

Dia juga memastikan DPRD akan terus mengawal proses usulan tersebut hingga ada keputusan dari pemerintah pusat. Revitalisasi sekolah harus jadi prioritas, karena berpengaruh langsung terhadap kualitas pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Gumas.

“Kami siap mengawal dan mendorong sebanyak mungkin sekolah memperoleh bantuan revitalisasi. Semakin baik fasilitas sekolah, maka semakin besar peluang melahirkan generasi yang berkualitas dan mampu bersaing di masa depan,” jelasnya.

Sebelumnya, disdikpora mengusulkan 62 sekolah untuk mendapatkan program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Usulan itu sebagai langkah percepat pemerataan fasilitas pendidikan, khususnya di wilayah pelosok.

“Program revitalisasi ini merupakan harapan besar kami, khususnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang membuat ruang fiskal daerah sangat terbatas untuk pembangunan fisik sekolah,” ujarnya.

Dia mengakui, usulan yang telah disampaikan sejak Januari hingga Februari 2026 diharapkan mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Dari 62 sekolah yang diajukan, diharapkan setidaknya separuhnya dapat memperoleh bantuan rehabilitasi maupun pembangunan baru.

“Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Hingga kini, masih banyak gedung SD dan SMP di pelosok, yang kondisi memprihatinkan,” terangnya.

Untuk memastikan usulan tepat sasaran, disdikpora terus perkuat koordinasi dengan Kemendikdasmen melalui sistem revitalisasi (revit) yang terintegrasi dengan data pokok pendidikan (dapodik). Melalui sistem itu, seluruh kondisi sekolah mulai di tingkat kerusakan bangunan hingga kebutuhan fasilitas pendukung, akan dilaporkan secara digital serta diverifikasi langsung oleh pemerintah pusat.

“Program revitalisasi mencakup rehabilitasi ruang kelas, pembangunan toilet yang memenuhi standar sanitasi, penyediaan air bersih, pembangunan perpustakaan, laboratorium dan sarana penunjang lain,” tukasnya. (ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *