Palangka Raya, Nusaborneo.com – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memimpin Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Tengah di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (6/8/2026).
Apel siaga digelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memperkuat sinergi berbagai pihak dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi meningkat pada puncak musim kemarau.
Agustiar mengatakan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kalimantan Tengah masih berada pada puncak musim kemarau sehingga memiliki potensi tinggi terjadinya karhutla.
“Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya persoalan api, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, keberlangsungan ekonomi, dan masa depan generasi kita,” ujar Agustiar.
Ia meminta seluruh pihak tidak menunggu hingga api membesar sebelum melakukan penanganan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api serta terus diedukasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena merupakan tindak pidana.
“Sinergi, gotong royong, dan kolaborasi adalah kunci. Mari kita buktikan bahwa menjaga alam adalah bagian dari pengabdian kepada bangsa dan ibadah kepada Allah SWT,” tegasnya.
Apel siaga tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan serta Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah dan Pengurus GP Ansor Kalimantan Tengah terkait kerja sama penanganan kebakaran hutan dan lahan. (red/shah)













