Kuala Kapuas, Nusaborneo.com – Tingginya intensitas curah hujan yang terjadi beberapa hari ini mengakibatkan dua sungai seperti Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas dan Sei Medaun yang ada di bagian hulu Kabupaten Kapuas meluap. Akibatnya pemukiman penduduk di beberapa Desa terdampak banjir.
Dari data yang dapat dihimpun sebagaimana keterangan kepala desa, seperti Pancar, Kades Lawang Tamang, Usis D Tira Kades Tumbang Manyarung, Ade M, Kades Tumbang Tihis, Rintho I Shangkai. Kades Sei Pinang dan Suhari Plh. Kades Tanjung Rendan serta Kadir Dinata Kades Jakatan Masaha bahwasanya air menggenangi pemukiman mereka terjadi sejak senin (18/8) namun masih dalam batas normal.
Namun akibat curah hujan terus terjadi luapan air makin naik hingga pada selasa (19/8) ketinggian air naik sudah mencapai 50 cm sampai 1.5 meter dan hal ini terus terjadi hingga rabu dengan ketinggian 3-4 meter dan menggenangi sampai masuk kedalam rumah.
Seperti diketahui, untuk wilayah Desa Tumbang Manyarung ketinggian air sampai mencapai 5 -6 meter sehingga menghancurkan kurang lebih 15 unit rumah warga. Sementara Desa lawang tamang ketinggian air mencapai hingga 3-4 meter hingga merendam 169 unit rumah warga di RT. 1-3, walapun kondisi air sudah mulai ada penurunan namun warga belum berani kerumah karena kondisi cuaca maish belum normal.
Sedangkan Desa Tanjung Rendan, Sei Pinang, Jakatan Masaha, Tumbang Tihis saat ini juga mengalami yang sama pemukiman mereka rata-rata digenangi air dengan ketiggian 2-3 meter.
Terkait musibah ini, Kepala Pelaksana Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Pangeran Sujuaon Pandiangan saat dikonfirmasi mengatakan untuk saat ini setelah mendapatkan laporan dari Camat Mandau Telawang bahkan Kepala Desa , setelah melakukan koordinasi sekaligus laporan dengan bapak Bupati, dirinya langsung memerintahkan anggota yang membidangi penanganan musibah untuk segera berangkat ke lokasi.
“Begitu mendapatkan laporan kita sudah berangkatkan tim penanganan penanggulangan bencana ke lokasi di wilayah Kecamatan yang terdampak guna tindak lanjut sekaligus penangananya, dan pendataan,” katanya (21/08/2025).
Terpisah saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), Kabupaten Kapuas, Yan Marto mengatakan, bahwanya usai mendapatkan laporan dan perintah langsung dari pimpinan saat ini pihaknya sedang melakukan proses penyiapan bantuan.
“Pihaknya masih menunggu laporan dari Tim BPBD yang saat ini berada dilapangan terkait jalur transportasi yang akan dilalui apakah tidak ada gangguan sehingga dapat langsung disalurkan ketitik lokasi, dan saat ini Pemkab Kapuas juga sudah melakukan Open Donasi, ” ungkap Kadinsos. (red/hp)
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran Sujuaon Pandiangan dan Kepala Dinsos Kapuas, Yan Marto. (ist)













