Muara Teweh, Nusaborneo.com – Upaya peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) melalui pelatihan teknologi digital mendapat respons positif dari DPRD Kabupaten Barito Utara. Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, menilai kegiatan tersebut sebagai langkah konkret untuk memperkuat daya saing UMKM di tengah akselerasi ekonomi digital.
Pelatihan yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Kabupaten Barito Utara dan digelar di Aula Disnakertranskop-UKM, Muara Teweh, diikuti 25 pelaku UMK dari berbagai sektor. Materi difokuskan pada pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran, pengelolaan usaha, hingga strategi memperluas pasar.
Menurut Patih, pelatihan ini selaras dengan kebutuhan pelaku UMK yang kini dituntut adaptif terhadap perubahan pola konsumsi dan pemasaran. “Penguasaan teknologi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar UMKM mampu bertahan dan berkembang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kehadiran narasumber dari lembaga pelatihan bisnis sebagai nilai tambah karena memberikan praktik dan pendampingan yang aplikatif. Dengan bekal tersebut, Patih berharap peserta mampu meningkatkan kualitas produk, efisiensi operasional, serta memperluas jejaring pemasaran.
Lebih lanjut, Patih menegaskan peran strategis UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah—mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan pendapatan masyarakat di Kabupaten Barito Utara. Karena itu, ia mendorong kesinambungan program pembinaan melalui kolaborasi pemerintah daerah, DPRD, perangkat daerah terkait, dan dukungan sektor swasta.
“Sinergi lintas pihak perlu diperkuat agar ekosistem UMKM semakin kokoh. Harapannya, pelatihan ini berdampak langsung pada peningkatan omzet dan daya saing, bukan sekadar kegiatan seremonial,” pungkasnya. (red/at)













