Palangka Raya, Nusaborneo.com – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Purdiono SE, menyampaikan harapannya agar Pemerintah Daerah (Pemda) lebih memperhatikan nasib para guru swasta yang hingga kini masih sulit mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Menurutnya, para guru swasta telah lama mengabdikan diri mencerdaskan anak bangsa, namun hingga sekarang belum mendapatkan kesempatan yang sama dengan guru di sekolah negeri untuk diangkat melalui jalur P3K.
“Banyak guru swasta yang sudah puluhan tahun mengajar, mereka berjuang mendidik anak-anak tanpa mengenal lelah. Sayangnya, karena keterbatasan formasi, mereka tidak bisa ikut seleksi P3K. Ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ucap Purdiono, Rabu (01/10/2025) pagi.
Ia menambahkan, peran guru swasta dalam mendukung dunia pendidikan sangat penting, terlebih di daerah-daerah yang masih minim tenaga pengajar.
Oleh karena itu, sudah sepatutnya pemerintah memberi ruang khusus agar para guru honorer swasta juga bisa mendapatkan kesempatan yang layak.
“Kalau hanya guru negeri yang difasilitasi, sedangkan guru swasta tidak, maka ada ketidakadilan. Padahal kontribusi mereka untuk pendidikan sama besarnya,” tegas Politisi Golkar Kalteng.
Purdiono mendorong agar Pemprov Kalteng bersama instansi terkait bisa mengusulkan formasi khusus atau memberikan solusi alternatif, sehingga para guru swasta tidak terus-menerus terpinggirkan dalam seleksi P3K.
“Ini bukan hanya soal kesejahteraan guru, tetapi juga tentang kualitas pendidikan kita ke depan. Pemerintah harus hadir untuk menjawab aspirasi ini,” pungkasnya. (red)













