NasionalNews

Menhut Raja Antoni Susuri Jalan Setapak 1,8 Km, Perjuangkan Pemadaman Karhutla Tanjung Puting

×

Menhut Raja Antoni Susuri Jalan Setapak 1,8 Km, Perjuangkan Pemadaman Karhutla Tanjung Puting

Sebarkan artikel ini
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, hingga Sabtu malam. (ist)

Pangkalan Bun, Nusaborneo.com – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni turun langsung memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Hingga Sabtu malam, upaya pemadaman terus dilakukan dengan mengerahkan berbagai unsur untuk mengendalikan api dan melindungi kawasan konservasi tersebut.

Penanganan di lapangan difokuskan pada tiga pekerjaan utama, yakni pemadaman api, pembukaan akses jalan, serta pembangunan sumur bor untuk memastikan ketersediaan air bagi petugas yang berjibaku memadamkan kebakaran.

Dalam penanganan tersebut, Raja Juli Antoni didampingi Sekretaris Daerah Kotawaringin Barat Rody Iskandar, Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Barat Samuel, Kapolres Kotawaringin Barat Joko Handono, Kepala BMKG Iskandar Nur Setiawan, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, serta Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf Makin.

Untuk mempercepat penanganan, tim di lapangan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu tim pembuka jalan, tim pembangunan sumur bor, dan tim pemadaman. Pembagian tugas ini dilakukan agar akses menuju titik kebakaran semakin mudah dijangkau dan pasokan air dapat segera tersedia untuk mendukung operasi pemadaman.

Salah satu perkembangan yang dicapai adalah keberhasilan tim pembuka jalan menembus sekitar 1,8 kilometer jalan setapak menuju Shelter Pesalat. Akses tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung mobilisasi personel, peralatan, dan pasokan air ke lokasi kebakaran.

Raja Juli Antoni bersama jajaran terkait juga turun langsung meninjau lokasi untuk menentukan titik penempatan flexible tank, portable tank, jalur suplai air, serta lokasi pembangunan sumur bor. Penentuan titik-titik tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan operasi pemadaman di lapangan.

Sumber air disiapkan di sejumlah titik yang nantinya akan terhubung dengan jalur suplai menuju Shelter Pesalat. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar distribusi air ke lokasi yang membutuhkan penanganan kebakaran.

Tak hanya memantau dari lokasi yang mudah dijangkau, Menhut bersama tim juga berjalan kaki dari Tanjung Harapan menyusuri jalan setapak yang baru dibuka sepanjang 1,8 kilometer menuju Shelter Pesalat.

Di lokasi tersebut, Raja Juli Antoni meninjau pembuatan embung yang disiapkan untuk menampung air. Air dari embung nantinya akan disalurkan ke titik-titik kebakaran guna mendukung proses pemadaman.

Upaya penanganan berlanjut hingga malam hari. Menhut bersama personel TNI, Polri, BPBD, BMKG, dan masyarakat masih melakukan pemasangan mesin pompa air untuk mendukung operasi di lapangan.

Raja Juli Antoni meminta seluruh pompa dapat terpasang pada malam itu agar dukungan air bisa segera dimanfaatkan untuk memperkuat upaya pemadaman.

Dia menegaskan, penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting akan terus dilakukan secara maksimal dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Pemerintah bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, masyarakat, dan unsur terkait lainnya terus bekerja di lapangan untuk mengendalikan kebakaran.

Upaya tersebut dilakukan bukan hanya untuk memadamkan api, tetapi juga untuk melindungi kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang memiliki nilai penting bagi kelestarian hutan dan ekosistem di dalamnya. (red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *