Muara Teweh, Nusaborneo.com – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Nety Herawati, menyampaikan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Evaluasi Mandiri Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026 yang digelar melalui rapat Gugus Tugas di Aula Setda Lantai I.
Menurut Hj. Nety Herawati, evaluasi mandiri bukan sekadar agenda rutin atau pemenuhan indikator administratif, melainkan momentum penting untuk mengukur sejauh mana komitmen daerah dalam memenuhi hak serta memberikan perlindungan optimal kepada anak.
Ia menekankan bahwa seluruh pihak harus memandang proses evaluasi ini sebagai refleksi bersama dalam memastikan setiap kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan benar-benar menempatkan kepentingan terbaik anak sebagai prioritas utama.
“Evaluasi ini harus menjadi pijakan untuk memperbaiki kekurangan dan memperkuat capaian yang sudah ada. Anak-anak adalah generasi penerus, sehingga kebijakan yang kita buat hari ini sangat menentukan masa depan mereka,” ujarnya.
Sebagai legislator dari Partai NasDem, Nety menegaskan Komisi I DPRD yang membidangi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat siap mendorong penguatan regulasi, fungsi pengawasan, serta dukungan anggaran yang berkaitan dengan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak di Kabupaten Barito Utara.
Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar menyusun dan melaporkan data secara objektif serta disertai bukti pendukung yang valid. Data yang akurat, katanya, menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan lanjutan dan menentukan strategi peningkatan capaian KLA ke depan.
“Jangan sampai ada indikator yang terabaikan. Transparansi dan kejujuran dalam pelaporan sangat menentukan kualitas hasil evaluasi,” tegasnya.
Lebih jauh, Nety mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam mewujudkan Kabupaten Barito Utara sebagai daerah yang ramah anak, baik melalui pengawasan lingkungan sekitar maupun dukungan terhadap berbagai program perlindungan anak.
Dengan sinergi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat, ia optimistis Barito Utara dapat meningkatkan capaian Kabupaten Layak Anak pada tahun 2026 serta menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang seluruh anak. (red)













