Di balik persiapan menghadirkan ribuan atlet tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mulai mematangkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Hal itu dibahas dalam Rapat Persiapan Porprov XIII Kalteng 2026 yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Linae Victoria Aden di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (3/11/2026).
Linae yang juga menjabat Ketua Umum Panitia Besar Porprov XIII menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang untuk menghadirkan penyelenggaraan kompetisi yang berkualitas. Namun, seluruh kebutuhan harus disusun secara cermat dan sesuai prioritas.
Gubernur Kalteng, kata Linae, telah mengarahkan agar anggaran penyelenggaraan Porprov dibatasi maksimal Rp 15 miliar.
Karena itu, setiap bidang diminta kembali mengevaluasi kebutuhan anggaran dan memilah belanja yang masih bisa dihemat tanpa mengganggu jalannya pertandingan maupun pelayanan kepada peserta.
“Seluruh bidang diminta menyusun kembali rencana kebutuhan anggaran dengan memperhatikan komponen-komponen yang masih dapat diefisienkan. Hasil penyusunan tersebut selanjutnya dikoordinasikan dengan Bendahara Umum agar dapat dibahas dan disepakati bersama,” ujar Linae.
Dia juga mengingatkan agar seluruh penggunaan anggaran mengacu pada Standar Biaya Umum (SBU) dan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan harus mengedepankan prinsip efektif, efisien, terukur, terkendali, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Kalteng M. Hasanuddin Noor mengungkapkan, persiapan kepanitiaan juga terus dilakukan. Berdasarkan hasil beberapa kali pembaruan data, jumlah personel yang terlibat dalam penyelenggaraan Porprov mencapai 1.152 orang.
Mereka terdiri dari Panitia Besar tingkat provinsi, unsur KONI dari masing-masing cabang olahraga, panitia lokal, hingga perangkat pertandingan. Termasuk di dalamnya wasit nasional dan wasit yang memiliki legitimasi untuk memimpin pertandingan.
Untuk cabang olahraga sepak bola, KONI Kalteng juga telah menyurati lima daerah terkait keikutsertaan tim. Dari jumlah tersebut, dua daerah telah mendaftarkan tim, sementara tiga daerah lainnya masih dalam proses.
Hasanuddin menjelaskan, jadwal pelaksanaan pada 28 November hingga 9 Desember 2026 merupakan hasil koordinasi KONI Kalteng bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai tuan rumah.
Dengan waktu persiapan yang semakin dekat, seluruh bidang kepanitiaan kini diminta segera merampungkan kebutuhan masing-masing, termasuk penyesuaian anggaran bersama Bendahara Umum.
Pemprov Kalteng berharap seluruh persiapan dapat berjalan sesuai rencana sehingga Porprov XIII tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi ruang bagi atlet-atlet daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mempererat kebersamaan antarkabupaten/kota di Kalteng. (red/shah)













