Palangka Raya, Nusaborneo.com – Sebuah rumah kayu yang telah kosong selama sekitar tujuh tahun terbakar di Jalan Galaxi 3, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (3/10/2026) sore.
Rumah berukuran sekitar 10 meter x 16 meter itu diketahui merupakan milik almarhum Napa J. Awat. Bangunan tersebut beratap seng dan sudah lama tidak dihuni.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Api dengan cepat membesar dan melalap bagian depan hingga sebagian besar bangunan.
Warga setempat, Hendrik, mengatakan, sebelum kebakaran terjadi, dirinya melihat seorang remaja laki-laki mengendarai sepeda motor bebek tanpa pelat nomor berhenti di depan rumah kosong tersebut.
Remaja itu diperkirakan berusia 13 hingga 18 tahun. Ia disebut mengenakan kaus berwarna merah kecokelatan, berambut pendek tebal yang berdiri ke atas, serta tidak menggunakan helm.
Menurut Hendrik, pria tersebut kemudian masuk ke dalam rumah kosong. Beberapa saat kemudian, ia keluar dengan tergesa-gesa dan langsung mengendarai sepeda motornya menuju Jalan Galaxi Raya.
“Sekitar lima menit setelah orang itu pergi, terlihat asap tebal dan api mulai membakar bagian depan rumah,” kata Hendrik berdasarkan kesaksiannya.
Warga lain, Ani, yang tinggal di barak di belakang lokasi kejadian, mengaku sempat mendengar suara aktivitas dari arah rumah sebelum kebakaran.
Ani kemudian dikejutkan dengan munculnya kobaran api yang dengan cepat membesar.
Petugas pemadam kebakaran bersama relawan langsung melakukan upaya pemadaman. Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.30 WIB.
Pemadaman melibatkan tim dari Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah, Damkar Kota Palangka Raya, serta sejumlah relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swadaya masyarakat.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, rumah kayu yang telah lama kosong itu mengalami kerusakan akibat terbakar.
Sementara itu, dugaan mengenai penyebab kebakaran masih berdasarkan keterangan warga. Identitas pengendara yang disebut berada di lokasi sebelum kebakaran maupun motifnya belum diketahui.
Peristiwa tersebut selanjutnya menjadi perhatian warga sekitar dan diharapkan dapat ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang. (red)













