Kalimantan Selatan

Resah Keberadaan Buaya, Nelayan Tanjung Dewa dan Batakan ke Sungai

×

Resah Keberadaan Buaya, Nelayan Tanjung Dewa dan Batakan ke Sungai

Sebarkan artikel ini
Ist

Pelaihari, Nusaborneo.com – Gegara buaya yang menyerang nelayan di Desa Tanjung Dewa belum juga ditemukan, warga dan nelayan setempat dan Desa Batakan, sampai saat ini masih belum berani terjun ke Sungai untuk membersihkan kapalnya setelah tiba dari mencari ikan di laut.

Kebiasaan membersihkan kapal setelah melaut merupakan rutinitas anak buah kapal nelayan untuk menjaga agar kapalnya tidak cepat rusak akibat kerang atau teritip yang menempel di lambung kapal.

Namun sejak Saharudin, nelayan asal Pulau Keramian, Masalembu, Jawa Timur, diserang buaya pada Kamis (29/3), anak buah kapal atau pemilik kapal tidak ada yang berani membersihkan kapal dengan terjun ke sungai.

Mereka mengaku trauma dengan apa yang mereka saksikan, rekan mereka Saharudin mengalami luka parah di tangan kiri akibat cengkraman moncong buaya.  Untungnya Saharudin berhasil melepaskan diri dibantu rekan-rekannya yang berupaya menghalau buaya dari atas kapal.

Bustani, salah seorang nelayan, mengaku sejak tiba dari laut ia lebih banyak duduk-duduk di kapal, sambil membersihkan bagian atas kapal. Nelayan warga RT 3 Desa Tanjung Dewa itu, mengaku tidak ingin mengambil resiko.

“Sejak kejadian yang menimpa Saharudin, kami tidak ada yang berani terjun ke sungai untuk membersihkan bagian lambung kapal,” kata Bustani.

Hal yang sama juga diakui H Abdurahim, nelayan warga RT 2 Desa Tanjung Dewa, yang mengaku tidak berani untuk masuk ke air sejak kejadian tersebut.

“Bagaimana mau membersihkan bagian lambung kapal, kalau buaya masih berkeliaran,” kata H Abdurahim saat dikonfirmasi, Selasa (16/4).

Sementara itu, sejak kejadian buaya menerkam Saharudin, petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel langsung mendatangi lokasi, selain memasang pemberitahuan di sekitar Sungai batakan dan Pantai Batakan Baru, mereka juga berupaya memancing buaya dan memasang perangkap. Namun sampai saat ini masih belum membuahkan hasil.

Untuk itu. petugas BKSDA Kalsel mengimbau kepada warga Desa Tanjung Dewa dan Deswa Batakan yang dipisahkan Sungai batakan, untuk sementara membatasi diri beraktivitas di dekat sungai.(*red/yb/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *