Palangka Raya, Nusaborneo.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dilaporkan terjadi di kawasan Komplek Mendawai, Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Sedikitnya tujuh warga setempat diketahui mengalami gejala DBD dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, keluhan awal para penderita mulai dirasakan dalam kurun waktu sekitar sepuluh hari terakhir. Gejala yang muncul bervariasi, mulai dari demam tinggi, sakit kepala hebat, pusing, muntah, hingga penurunan nafsu makan secara signifikan.
Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, mengingat wilayah Mendawai merupakan kawasan permukiman padat penduduk yang berpotensi mempercepat penyebaran penyakit berbasis lingkungan seperti DBD.
Menanggapi laporan tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) langsung melakukan penelusuran lapangan serta berkoordinasi dengan Puskesmas Bukit Hindu guna memastikan kondisi warga sekaligus mengambil langkah pencegahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, membenarkan adanya tujuh warga Mendawai yang dirawat akibat dugaan DBD. Dari jumlah tersebut, tiga orang telah diperbolehkan pulang, sementara empat lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Data yang kami terima dari Puskesmas Bukit Hindu, total ada tujuh warga yang dirawat. Tiga sudah pulang dan empat masih dalam penanganan medis,” kata Riduan, Jumat (23/1/2026).
Sebagai langkah antisipasi agar kasus tidak meluas, Dinkes Kota Palangka Raya segera menurunkan petugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan epidemiologi, pembersihan lingkungan, serta tindakan pengasapan (fogging) di wilayah terdampak.
“Kami fokus pada pencegahan sejak dini. Petugas akan melakukan pemeriksaan lingkungan, kemudian dilanjutkan dengan fogging di area Mendawai,” jelasnya.
Selain upaya medis, Dinkes juga mengimbau masyarakat agar berperan aktif mencegah DBD dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, khususnya melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras dan menutup tempat penampungan air serta mengelola barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Riduan juga mengingatkan warga untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD, agar dapat ditangani lebih cepat dan tidak menimbulkan komplikasi.
Langkah cepat pemerintah daerah tersebut diharapkan mampu menekan potensi penyebaran DBD sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan penyakit menular. (red/am)













