Palangka Raya, Nusaborneo.com — Pemerintah Kota Palangka Raya terus menunjukkan komitmennya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui penguatan Program Kampung Iklim (Proklim) berbasis komunitas di tingkat kelurahan. Hingga kini, tercatat sebanyak 24 lokasi aktif Proklim tersebar di wilayah kota.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Berlianto, menyebutkan bahwa dari total tersebut, 3 lokasi telah masuk kategori utama, 19 lokasi berstatus madya, dan 2 lainnya tergolong pratama.
“Palangka Raya juga telah dua kali meraih penghargaan sebagai pembina Proklim terbaik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, masing-masing pada tahun 2022 dan 2024,” kata Berlianto dalam keterangannya, Minggu, (27/7/2025).
Berlianto mengungkapkan bahwa lima kelurahan menjadi target sosialisasi lanjutan untuk memperluas jangkauan program, yaitu: Kereng Bangkirai, Sabaru, Bukit Tunggal, Marang, dan Habaring Hurung.
“Program ini menjadi instrumen penting untuk membangun kesadaran masyarakat serta menurunkan emisi gas rumah kaca,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan lokakarya dan edukasi lanjutan, Pemerintah Kota berharap mampu menyerap masukan konkret demi peningkatan kualitas dan efektivitas pelaksanaan Proklim di masa mendatang. (Mda).













