Pemko Palangka Raya

Ancaman Ganda di Pemakaman Pahandut Seberang Berhasil Diatasi Berkat Kolaborasi Lintas Sektor

×

Ancaman Ganda di Pemakaman Pahandut Seberang Berhasil Diatasi Berkat Kolaborasi Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini
Aktifitas TRC BPBD saat berikan layanan darurat 112 di kawasan pemakaman Muslim Kelurahan Pahandut Seberang, Rabu (25/02/2026) di kawasan pemakaman Muslim Kelurahan Pahandut Seberang, Rabu (25/02/2026). (ist) 

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Respons sigap kembali ditunjukkan jajaran BPBD Kota Palangka Raya dalam menangani situasi darurat di kawasan pemakaman Muslim Kelurahan Pahandut Seberang, Rabu (25/02/2026) pagi. Laporan yang masuk melalui layanan di kawasan pemakaman Muslim Kelurahan Pahandut Seberang, Rabu (25/02/2026) menyebutkan tumbangnya pohon kasturi berukuran raksasa yang menghambat akses peziarah dan merusak sejumlah makam.

Setibanya di lokasi, Tim Reaksi Cepat (TRC) mendapati tantangan berlapis. Selain ukuran batang yang besar dan posisi pohon yang berada di tengah kepadatan nisan, petugas juga harus menghadapi ancaman sarang tawon vespa berukuran besar yang menempel pada dahan pohon tumbang tersebut.

Plt. Kalaksa BPBD Kota Palangka Raya melalui Manager Pusdalops-PB, Balap Sipet, menjelaskan bahwa pendekatan keselamatan menjadi prioritas sejak awal penanganan. Koordinasi cepat dilakukan dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya untuk memastikan sarang tawon dapat ditangani secara aman sebelum proses pemotongan dimulai.

“Situasinya tidak sederhana. Ancaman tawon vespa berpotensi membahayakan petugas dan warga. Karena itu, kami pastikan risiko biologis ini dinetralisir terlebih dahulu,” ujarnya saat memantau operasi di lapangan.

Setelah tim Animal Rescue Damkar mengevakuasi sarang tawon dan area dinyatakan aman, TRC BPBD bergerak melakukan pemotongan dan pembersihan material pohon menggunakan gergaji mesin. Proses tersebut berlangsung dengan hati-hati agar tidak menambah kerusakan pada makam di sekitarnya.

Gotong royong warga setempat turut mempercepat penyelesaian. Bersama petugas, warga membantu memindahkan potongan batang dan ranting sehingga akses pemakaman kembali terbuka dan tertata.

Balap Sipet pun mengapresiasi partisipasi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan warga menjadi fondasi penting dalam penanganan kedaruratan di tingkat lokal. “Kolaborasi seperti ini membuat penanganan lebih cepat dan aman,” tuturnya.

Dengan rampungnya proses evakuasi, area pemakaman di Palangka Raya kini kembali dapat diakses oleh ahli waris dan peziarah tanpa hambatan. (red/jn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *