Pemko Palangka Raya

Tim Terpadu Turun Lapangan, Optimalisasi Pajak Daerah Jadi Fokus Penguatan PAD Palangka Raya

×

Tim Terpadu Turun Lapangan, Optimalisasi Pajak Daerah Jadi Fokus Penguatan PAD Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
Suasana Tim Terpadu Pemko Palangka Raya kunjungi salah satu objek pajak, Selasa (14/04/2026). (ist) 

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus digencarkan Pemerintah Kota Palangka Raya melalui langkah konkret di lapangan. Pada Selasa (14/04/2026), tim terpadu yang melibatkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Satpol PP, TNI, dan Polri melaksanakan kegiatan sosialisasi, pendataan, pemeriksaan hingga penagihan pajak daerah.

Kegiatan ini dipimpin oleh Plt. Kepala Bidang Penetapan, Keberatan, dan Pengawasan Pendapatan Daerah Bapenda Kota Palangka Raya, Masrini Wahyuningrum, bersama Kepala Bidang Pengolahan Data dan Informasi, Penetapan dan Penilaian, Andrew V. Pasaribu.

Fokus kegiatan menyasar 11 objek pajak (OP), termasuk pelaku usaha kuliner yang berada di kawasan sentra Jalan RTA Milono. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga edukatif, guna meningkatkan kesadaran wajib pajak terhadap pentingnya kontribusi bagi pembangunan daerah.

Andrew V. Pasaribu menjelaskan, dari total 11 objek pajak yang dikunjungi, enam di antaranya merupakan objek pajak baru yang berhasil didata. Sementara itu, tiga objek pajak dilakukan pemeriksaan, yakni Vertiga, The Manja, dan Parkir Telaga Rezki. Adapun dua objek pajak lainnya dilakukan penagihan, yaitu Nafil Gym dan Cha2 Laundry, sedangkan sisanya masih dalam tahap pendataan.

“Langkah ini merupakan bagian dari optimalisasi PAD, sekaligus memastikan kepatuhan wajib pajak berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya kepada media.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB tersebut berjalan lancar. Dalam setiap kunjungan, tim juga memberikan pemahaman langsung kepada para wajib pajak mengenai pentingnya membayar pajak sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan Kota Palangka Raya.

Melalui pendekatan persuasif dan kolaboratif lintas instansi, pemerintah berharap kesadaran masyarakat dan pelaku usaha terhadap kewajiban perpajakan semakin meningkat, sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan dan kemandirian fiskal daerah. (red/am)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *