Yogyakarta, Nusaborneo.com – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah melakukan studi lapangan ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) guna mempelajari sistem pemantauan dan penanganan bencana berbasis teknologi.
Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, bersama sejumlah anggota dewan lainnya. Mereka meninjau langsung operasional Pusdalops BPBD DIY yang aktif selama 24 jam memantau kondisi kebencanaan melalui sistem data terpadu.
Dalam kesempatan itu, rombongan mendapatkan penjelasan mengenai pemanfaatan teknologi informasi, sistem peringatan dini, hingga mekanisme penyebaran informasi cepat kepada masyarakat saat terjadi bencana.
Sugiyarto mengatakan, pengalaman BPBD DIY dalam membangun sistem pemantauan dinilai penting sebagai referensi bagi Kalimantan Tengah, terutama dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun banjir.
“Penanganan bencana saat ini membutuhkan dukungan teknologi yang cepat dan akurat. Kami melihat sistem di DIY cukup baik dalam mendeteksi potensi bencana dan menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, integrasi data secara real-time menjadi faktor penting dalam mendukung pengambilan keputusan di lapangan ketika kondisi darurat terjadi.
Menurutnya, Kalimantan Tengah perlu memperkuat infrastruktur digital kebencanaan agar proses pemantauan titik panas, cuaca ekstrem, hingga potensi banjir dapat dilakukan lebih optimal.
Selain melihat ruang kendali Pusdalops, rombongan DPRD Kalteng juga mempelajari pola koordinasi antarinstansi yang diterapkan BPBD DIY dalam penanggulangan bencana.
Melalui kunjungan tersebut, Komisi III DPRD Kalteng berharap pengembangan sistem serupa dapat diterapkan di daerah guna meningkatkan kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat dari risiko bencana di Bumi Tambun Bungai. (red/yd)













