CollectionPendidikan

Bhayu Rhama Lolos Penjaringan Calon Rektor UPR 2026-2030, Ini Rekam Jejak dan Visinya

×

Bhayu Rhama Lolos Penjaringan Calon Rektor UPR 2026-2030, Ini Rekam Jejak dan Visinya

Sebarkan artikel ini
Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., - Calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030. (ist)

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya (FISIP UPR), Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D, menjadi salah satu dari tiga nama yang lolos dalam proses penjaringan bakal calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030.

Hasil penjaringan yang diumumkan pada Kamis (9/7/2026) itu menempatkan Bhayu Rhama sebagai salah satu kandidat yang berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya sesuai mekanisme pemilihan rektor yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).

Bhayu saat ini menjabat sebagai Dekan FISIP UPR periode 2023–2027. Selain dikenal sebagai akademisi, ia memiliki pengalaman kepemimpinan di lingkungan Universitas Palangka Raya serta aktif dalam berbagai kegiatan akademik di tingkat nasional.

Lahir dan Besar di Palangka Raya

Bhayu Rhama lahir dan besar di Kota Palangka Raya. Pendidikan dasarnya ditempuh di TK Tunas Rimba II Palangka Raya, kemudian melanjutkan ke SMP Katolik Santo Paulus Palangka Raya. Setelah itu, ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Surakarta (Solo).

Pendidikan tinggi diselesaikannya di Universitas Atma Jaya Yogyakarta dengan meraih gelar sarjana pada 2001. Selanjutnya, ia memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) bidang Manajemen Pariwisata dari University of Wolverhampton, Inggris, pada 2004.

Karier akademiknya berlanjut dengan menempuh pendidikan doktor di University of Central Lancashire, Inggris, pada 2013–2017 dengan fokus pada kebijakan pariwisata.

Berkarier di Universitas Palangka Raya

Bhayu mulai mengabdi sebagai dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya sejak 2010.

Selama berkarier di UPR, ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari Sekretaris Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Staf Ahli Rektor Universitas Palangka Raya periode 2019–2022, hingga Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FISIP UPR periode 2020–2023.

Sejak 2023, Bhayu dipercaya memimpin FISIP UPR sebagai dekan untuk periode 2023–2027. Selain itu, sejak 2018 ia juga aktif sebagai dosen tidak tetap di Universitas Terbuka.

Di luar tugas sebagai dosen, Bhayu juga menjadi asesor di berbagai lembaga pendidikan tinggi, reviewer beasiswa LPDP, serta terlibat di dunia usaha sebagai Direktur PT Barama Intercity Treducasindo.

Aktif Mengembangkan Kompetensi

Sepanjang kariernya, Bhayu mengikuti berbagai pelatihan, seminar, dan sertifikasi profesional di bidang tata kelola perguruan tinggi, assessment center, penjaminan mutu, hingga kebijakan publik.

Beberapa sertifikasi yang dimilikinya antara lain Sertifikasi Asesor Assessment Center, Asesor Analis Kebijakan Publik BNSP, Asesor BAN-PT, dan Asesor LAMSPAK.

Guru Besar Termuda FISIP UPR

Dalam perjalanan akademiknya, Bhayu berhasil mencapai jabatan Guru Besar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPR. Ia menjadi Guru Besar termuda di lingkungan FISIP UPR pada usia 45 tahun.

Selama periode 2010–2025, ia telah menghasilkan 58 publikasi ilmiah, termasuk 12 artikel yang terindeks Scopus, sembilan buku ber-ISBN, serta tujuh Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Karya ilmiahnya telah memperoleh lebih dari 500 sitasi dengan h-index Google Scholar mencapai 14 dan h-index Scopus sebesar 6.

Atas pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara, Bhayu juga menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun dari Presiden Republik Indonesia pada 2023.

Usung Visi “Borneo Impact and Global Recognition”

Dalam pencalonannya sebagai Rektor Universitas Palangka Raya periode 2026–2030, Bhayu mengusung visi bertajuk “Borneo Impact and Global Recognition.”

Visi tersebut diarahkan untuk menjadikan Universitas Palangka Raya sebagai perguruan tinggi yang memiliki kontribusi nasional, memperoleh pengakuan global, serta berlandaskan falsafah Huma Betang.

Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang berintegritas, tata kelola universitas yang transparan, penguatan riset kolaboratif, transformasi digital, serta peningkatan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Membawa Universitas Palangka Raya menjadi perguruan tinggi dengan kontribusi nasional yang berdampak dan pengakuan global yang bereputasi melalui kolaborasi multidisiplin berbasis produktivitas,” demikian visi yang diusung Bhayu dalam pencalonannya sebagai Rektor UPR periode 2026–2030.

Tahapan pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya selanjutnya akan mengikuti mekanisme yang ditetapkan Kemendikti Saintek hingga penetapan rektor definitif. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *