Palangka Raya, Nusaborneo.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengerahkan sekitar 10.700 personel gabungan untuk mengendalikan kebakaran di sejumlah wilayah.
Operasi pemadaman dilakukan dengan menggabungkan strategi darat dan udara. Langkah tersebut difokuskan pada titik-titik api yang masih aktif, terutama di kawasan gambut yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Tak hanya pemadaman, petugas juga melakukan pendinginan dan pembasahan lahan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah api kembali muncul setelah titik kebakaran berhasil dikendalikan.
Untuk memperkuat operasi dari udara, enam unit helikopter water bombing dikerahkan. Armada tersebut digunakan untuk menjangkau kawasan yang sulit diakses oleh petugas dan kendaraan pemadam dari jalur darat.
Selain helikopter, satu pesawat untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) dan patroli udara turut digunakan untuk memantau kondisi lapangan serta sebaran asap.
Informasi dari hasil pemantauan udara kemudian menjadi bahan bagi petugas untuk menentukan lokasi yang perlu mendapat prioritas penanganan.
Di darat, ribuan personel berasal dari berbagai unsur. Mereka terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, TSAK, MPA, BPK swakarsa, serta unsur pemerintah daerah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga memperkuat operasi dengan mengerahkan 43 regu pemadam dari organisasi perangkat daerah (OPD).
Sejumlah lokasi di Kota Palangka Raya menjadi wilayah yang mendapat perhatian dalam operasi tersebut. Di antaranya kawasan sekitar Bandara Tjilik Riwut, Jalan Adonis Samad, Jalan Bakung Merang, Jalan Yos Sudarso Ujung, Petuk Katimpun, Bukit Tunggal, dan Menteng.
Penanganan juga dilakukan di sejumlah kawasan perkebunan serta wilayah yang berada di perbatasan antarkabupaten.
Berdasarkan Laporan Harian Posko Krisis Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah per 8 September 2026, total lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 19,987 hektare.
Rinciannya, pemadaman di Kota Palangka Raya mencapai 4,59 hektare. Kemudian Kotawaringin Timur 10,697 hektare, Pulang Pisau 2,30 hektare, Kapuas 2,15 hektare, dan Barito Selatan 0,25 hektare.
Sementara sejumlah daerah lainnya, yakni Katingan, Sukamara, Barito Timur, Murung Raya, Barito Utara, Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Barat, dan Gunung Mas, tidak mencatatkan luasan pemadaman secara spesifik dalam laporan harian tersebut.
Satgas Karhutla Kalteng tidak langsung menghentikan penanganan setelah api berhasil dipadamkan. Petugas tetap melakukan pemantauan dan pembasahan di lokasi terdampak.
Hal itu terutama dilakukan di kawasan gambut. Sebab, api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali muncul apabila proses pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.
Karena itu, operasi tidak hanya diarahkan untuk menghilangkan api yang terlihat di permukaan, tetapi juga memastikan kondisi lahan benar-benar aman dari potensi bara yang tersisa.
Karhutla juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan petugas yang berada di lapangan.
Hingga 8 September 2026, sebanyak 18 orang tercatat mendapatkan pelayanan kesehatan akibat dampak karhutla. Seluruhnya dinyatakan sembuh atau menjalani perawatan jalan.
Sebanyak 10 orang mendapatkan pelayanan di Puskesmas Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Mereka mengalami sejumlah keluhan, seperti batuk, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan pusing.
Sementara delapan orang lainnya mendapatkan pelayanan di Puskesmas Jekan Raya, Kota Palangka Raya, dengan keluhan ISPA.
Tim Responkes Posko Krisis Karhutla juga masih disiagakan untuk memberikan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak maupun personel yang bertugas di lokasi kebakaran.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pun mengingatkan masyarakat dan perusahaan agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Pencegahan dinilai menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla. Sebab, kebakaran lahan tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas sosial dan ekonomi.
Pemerintah bersama seluruh unsur Satgas Karhutla Kalteng menyatakan akan terus memperkuat pemadaman, pendinginan, pembasahan, dan pemantauan guna mencegah kebakaran meluas maupun kembali terjadi. (red)













