News

21 Drone Disiapkan Bantu Petugas Hadapi Karhutla di Kalimantan Tengah

×

21 Drone Disiapkan Bantu Petugas Hadapi Karhutla di Kalimantan Tengah

Sebarkan artikel ini
Bantuan peralatan dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI tiba di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (12/9/2026).

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Upaya menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kini mendapat tambahan dukungan teknologi. Sebanyak 21 unit drone DJI AGRAS T50 dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI diterima Kodam XXII/TB di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Sabtu (12/9/2026).

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petugas bekerja lebih cepat ketika menghadapi kebakaran, terutama saat api muncul di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Selain 21 drone, bantuan yang diterima Kodam XXII/TB terdiri atas 63 baterai penerbangan, 21 unit generator set, 21 kabel pengisi daya, satu unit pengisi daya portabel, dan satu unit intelligent battery.

Seluruh peralatan kemudian dibawa ke Makodam XXII/TB untuk dipersiapkan mendukung kegiatan penanganan karhutla.

Drone DJI AGRAS T50 dapat dimanfaatkan untuk memantau wilayah terdampak kebakaran dari udara. Petugas bisa memperoleh gambaran mengenai lokasi titik api, kondisi kawasan yang terbakar, hingga arah perkembangan kebakaran secara lebih cepat.

Kemampuan tersebut menjadi penting ketika petugas harus mengambil keputusan dalam situasi yang serba terbatas. Informasi dari udara dapat membantu menentukan lokasi yang perlu mendapat penanganan lebih dahulu serta mengarahkan personel ke titik yang dianggap paling membutuhkan.

Tak hanya untuk pemantauan, drone tersebut juga dapat digunakan dalam penyemprotan cairan dari udara. Kemampuan ini diharapkan membantu proses pemadaman di lokasi yang sulit didatangi petugas, termasuk kawasan dengan kondisi medan yang menantang.

Bagi petugas di lapangan, dukungan teknologi seperti ini diharapkan dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi kebakaran. Drone dapat bergerak dari udara tanpa harus menunggu akses jalan darat terbuka atau dapat dilalui kendaraan.

Di sisi lain, penanganan karhutla bukan hanya soal memadamkan api. Kebakaran hutan dan lahan juga dapat mengganggu aktivitas warga, merusak lingkungan, serta menimbulkan persoalan ketika asap menyebar ke wilayah permukiman.

Karena itu, Kodam XXII/TB akan mengoptimalkan bantuan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Koordinasi dengan berbagai unsur terkait juga akan terus dilakukan, baik dalam pencegahan maupun ketika kebakaran terjadi.

Dengan tambahan 21 drone tersebut, diharapkan petugas memiliki lebih banyak pilihan untuk bergerak cepat ketika api mulai muncul, sehingga potensi meluasnya kebakaran dapat ditekan dan masyarakat di sekitar kawasan rawan karhutla dapat lebih terlindungi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *