Palangka Raya, Nusaborneo.com – Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan meminta seluruh jajaran kepolisian di wilayahnya meningkatkan patroli dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Perintah tersebut disampaikan Iwan saat memimpin rapat melalui konferensi video bersama Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Yosi Muhamartha, pejabat utama Polda Kalteng, serta para Kapolres/ta jajaran.
Rapat tersebut berlangsung di Posko Induk Karhutla Mapolda Kalteng, Sabtu (12/9/2026).
Dalam arahannya, Iwan meminta setiap Kapolres memantau perkembangan titik panas atau hotspot melalui aplikasi Sistem Monitoring Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi).
“Saya minta para Kapolres/ta jajaran agar setiap hari monitor aplikasi Sipongi. Lihat wilayahnya, kalau ada titik api atau hotspot, segera tangani dengan cepat,” kata Iwan.
Selain pemantauan hotspot, Iwan menginstruksikan jajarannya meningkatkan patroli di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi karhutla.
Menurut dia, penanganan tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Polisi juga harus memastikan adanya proses hukum apabila ditemukan pihak yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan.
“Lahan yang sudah terbakar agar diberikan police line. Apabila ada yang tetap melakukan aktivitas di lahan tersebut agar diproses hukum juga,” tegasnya.
Iwan mengatakan langkah cepat dan tegas diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas serta memutus mata rantai karhutla.
Terlebih, kondisi cuaca yang kering dapat meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah Kalteng.
Dalam kesempatan yang sama, Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan, rapat tersebut juga membahas evaluasi pengamanan kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia dan Wakapolri ke Kalteng.
Budi menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan kedua agenda tersebut.
“Terima kasih atas pengamanan Wakil Presiden RI dan Wakapolri. Meski berjalan lancar, kita juga harus mengevaluasi agar lebih terkoordinasi dan tergelar dengan baik ke depannya,” kata Budi.
Ia berharap evaluasi yang dilakukan dapat meningkatkan kesiapsiagaan jajaran, khususnya dalam menghadapi ancaman karhutla.
Dengan koordinasi dan respons yang lebih cepat, penanganan kebakaran diharapkan dapat dilakukan sedini mungkin sehingga api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. (red)













