Pemprov Kalteng

Bobon Santoso Masak 6.000 Porsi untuk Relawan Karhutla Kalteng, Agustiar Sabran Ikut Tanam Pohon

×

Bobon Santoso Masak 6.000 Porsi untuk Relawan Karhutla Kalteng, Agustiar Sabran Ikut Tanam Pohon

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA

Pulang Pisau, Nusaborneo.com – Kepedulian terhadap para petugas dan relawan yang berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah diwujudkan melalui aksi nyata. Kreator kuliner Bobon Santoso menyiapkan ribuan porsi makanan untuk membantu memenuhi kebutuhan para petugas di lapangan.

Kegiatan bertajuk Kuliner Merah Putih itu berlangsung di kawasan Camppeat, Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (23/10/2026). Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin turut hadir dalam kegiatan yang dirangkai dengan penanaman pohon tersebut.

Tak sekadar berbagi makanan, kegiatan ini menjadi bentuk dukungan bagi petugas, relawan, dan masyarakat yang terdampak karhutla. Di tengah upaya penanganan kebakaran yang membutuhkan tenaga dan waktu, bantuan logistik diharapkan dapat meringankan beban mereka yang bertugas di lapangan.

Bobon bersama timnya menyiapkan total 6.000 porsi makanan selama dua hari, dengan pembagian 3.000 porsi setiap hari. Selain makanan, mereka juga menyalurkan 12.000 botol air mineral berukuran 1,5 liter, makanan ringan, obat-obatan, vitamin, masker, serta kebutuhan logistik lainnya.

“Kami berterima kasih kepada Kodam XXII/Tambun Bungai yang telah memfasilitasi kegiatan ini sehingga kami bisa datang langsung membantu petugas, relawan, dan masyarakat,” ujar Bobon.

Dia berharap bantuan tersebut bisa membantu memenuhi kebutuhan para petugas dan relawan yang telah bekerja keras selama berbulan-bulan dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

“Harapannya, makanan dan bantuan yang kami bawa dapat meringankan kebutuhan teman-teman di lapangan yang telah bekerja keras selama berbulan-bulan, sekaligus menambah semangat mereka dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” imbuhnya.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam membantu penanganan karhutla. Menurutnya, dukungan kepada petugas dan relawan merupakan wujud gotong royong yang perlu terus diperkuat.

Pemerintah, TNI, komunitas, relawan, dan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam menghadapi ancaman karhutla sekaligus melindungi lingkungan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengapresiasi keterlibatan semua pihak dalam penanganan karhutla. Dukungan kepada petugas dan relawan adalah wujud gotong royong yang perlu terus diperkuat untuk melindungi masyarakat dan lingkungan,” kata Agustiar.

Dia menegaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Upaya pencegahan dan pemulihan lingkungan juga harus menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa dapat diminimalkan.

Salah satu langkah yang dilakukan dalam kegiatan tersebut adalah penanaman pohon di kawasan Tumbang Nusa.

Agustiar juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, menjaga kelestarian hutan membutuhkan kesadaran dan keterlibatan semua pihak.

“Penanganan karhutla harus disertai upaya pencegahan dan pemulihan lingkungan. Pemerintah mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan lingkungan Kalimantan Tengah,” tuturnya.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah serta kepedulian Bobon Santoso terhadap petugas, relawan, dan masyarakat terdampak karhutla.

Menurutnya, bantuan makanan dan kebutuhan logistik tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberikan dorongan semangat bagi mereka yang menjalankan tugas di lapangan.

“Terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran atas dukungan dan sinerginya dalam penanggulangan karhutla. Kami juga mengapresiasi kontribusi Bobon Santoso yang telah menyiapkan 3.000 porsi makanan per hari bagi relawan dan masyarakat terdampak,” ujar Zainul.

Dia menambahkan, kepedulian terhadap petugas dan relawan perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan. Penanaman pohon menjadi salah satu pengingat bahwa pemulihan alam merupakan tanggung jawab bersama.

Zainul juga mengajak masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar dan mulai membangun kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Dia mengutip hadis riwayat Al-Bukhari yang mengajarkan pentingnya menanam dan berbuat baik kepada alam, bahkan ketika seseorang berada dalam situasi yang sangat genting.

Pesan tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa upaya menjaga lingkungan harus terus dilakukan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Melalui kegiatan Kuliner Merah Putih dan penanaman pohon ini, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, komunitas, relawan, dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Bantuan kemanusiaan diharapkan dapat meringankan beban petugas, sementara upaya penanaman pohon menjadi bagian dari langkah bersama untuk memulihkan lingkungan Kalimantan Tengah.

Sebab, di balik perjuangan memadamkan api, ada orang-orang yang membutuhkan dukungan agar tetap kuat menjalankan tugas. Dan setelah api padam, pekerjaan belum selesai karena hutan dan lingkungan yang terdampak juga perlu dipulihkan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *