Palangka Raya, Nusaborneo.com – Usaha kecil yang tumbuh dari lingkungan keluarga punya peluang besar untuk berkembang. Namun, produk yang enak dan berkualitas saja belum cukup. Kemasan menarik dan strategi pemasaran yang tepat juga menjadi kunci agar usaha semakin dikenal dan mampu bersaing.
Hal inilah yang ingin diperkuat Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui Pelatihan Penguatan Pemasaran dan Kemasan bagi Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Kegiatan tersebut digelar di Aula Balai Pelatihan dan Pengembangan (Ballatbang) Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (3/11/2026).
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong kelompok usaha perempuan agar tidak sekadar mampu memproduksi barang, tetapi juga bisa mengembangkan usaha secara mandiri dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Kegiatan dibuka oleh Bupati Murung Raya, Heriyus, melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3ADALDUKKB) Kabupaten Murung Raya, Firman Prihatin. Sejumlah narasumber, fasilitator, perwakilan perangkat daerah, pengurus kelompok UPPKA, dan peserta pelatihan turut hadir.
Dalam sambutannya, Firman menyampaikan apresiasi kepada Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, pemberdayaan ekonomi keluarga bukan hanya soal menambah penghasilan, melainkan juga membuka kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan kemampuan, mengelola potensi, dan ikut menopang kesejahteraan keluarga.
“Kelompok UPPKA memiliki peran strategis sebagai wadah pemberdayaan perempuan, peningkatan keterampilan, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta penguatan ketahanan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Firman melihat produk-produk yang dihasilkan kelompok UPPKA di Murung Raya memiliki potensi untuk berkembang. Mulai dari kuliner, makanan olahan, kerajinan tangan hingga berbagai produk unggulan lokal lainnya.
Namun, potensi tersebut perlu didukung kemampuan pengelolaan usaha yang lebih baik. Salah satu tantangan yang kerap dihadapi pelaku usaha kecil adalah memasarkan produk agar dikenal lebih banyak orang.
Karena itu, peserta pelatihan dibekali pengetahuan mengenai strategi pemasaran, termasuk pemanfaatan media sosial dan platform digital. Dengan pemasaran yang tepat, produk rumahan diharapkan tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga bisa menjangkau konsumen yang lebih luas.
Tak hanya pemasaran, persoalan kemasan juga menjadi perhatian. Peserta diajak memahami bahwa kemasan bukan sekadar pembungkus produk, melainkan bagian penting yang dapat meningkatkan daya tarik sekaligus kepercayaan konsumen.
Mulai dari desain, label, komposisi, tanggal kedaluwarsa hingga persyaratan perizinan produk perlu diperhatikan. Kemasan yang bersih, aman, menarik, dan informatif dapat menjadi nilai tambah bagi sebuah produk ketika bersaing di pasaran.
Firman berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata. Para peserta diharapkan bisa langsung menerapkannya dalam usaha masing-masing sehingga kelompok UPPKA semakin berkembang.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas perangkat daerah, pendampingan berkelanjutan, perluasan akses pemasaran, serta pembukaan peluang kemitraan bagi kelompok usaha.
Melalui upaya tersebut, Pemkab Murung Raya berharap semakin banyak pelaku usaha perempuan yang mampu mengembangkan produk lokal menjadi usaha bernilai ekonomi lebih tinggi.
Sebab, ketika usaha keluarga tumbuh, manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh pelaku usaha. Penghasilan yang meningkat juga dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, memperkuat kemandirian keluarga, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. (red/lk)













