Pangkalan Bun, Nusaborneo.com – Seorang Bocah harus merenggang nyawa akibat keganasan Satwa liar jenis buaya muara di perairan Kumai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Korban Bernama Muhammad Rahmadi ini ditemukan tewas, setelah ia dimangsa buaya saat ingin mencari ikan Bersama ayahnya, Siswanto (40), Sabtu (10/02) pagi.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, AA. Alit Supartana hingga memberangkatkan satu SRU (Search and Rescue Unit) dari Pos SAR Pangkalan Bun menuju lokasi musibah untuk segera melakukan pencarian korban.
Saat dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan, baik Tim Rescue Pos SAR Pangkalan Bun, Polsek Kumai, Polairud, KSOP Kumai, BPBD Kobar, PMI Kobar, keluarga dan masyarakat setempat, tubuh korban yang hilang dibawa oleh buaya.
Bahkan kejadian ini sempat direkam warga sekitar menggunakan ponsel. Dimana tubuh korban masih berada di mulut buaya hingga beberapa kali muncul di permukaan air.
Menurut Koordinator Lapangan Basarnas, Heru Kristianto, Sabtu (10/02) Sore, mengatakan upaya pencian tim SAR Gabungan dengan cara menyisiri sungai hingga akhirnya menemukan tubuh korban yang masih berada di mulut satwa liar ini.
“Evakuasi tubuh korban bocah laki laki ini berlangsung dramatis. Tim Sar Gabungan terpaksa menembakan beberapa kali kearah buaya agar tubuh korban dilepaskan. Beruntung usai ditembak buaya langsung kabur. Sedangkan tubuh korban berhasil di evakuasi hingga dinaikan ke perahu oleh petugas gabungan,” ucap Heru.
Selesai di evakuasi dari sungai, Tim SAR Gabungan kemudian membawa jenasah korban kerumah duka untuk disemayamkan, menggunakan mobil ambulance.
Peristiwa tewasnya korban juga membuat warga di Kecamatan Kumai heboh. Mereka juga sempat berbondong bondong menyaksikan mulai dari pencarian sampai ditemukan jasad korban Muhammad Fadil.
Sementara itu, kasus konflik antara buaya dengan manusia diwilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, tak hanya sekali ini terjadi. Pada akhir Bulan November 2023 lalu, seorang Pelajar Sekolah Dasar warga Kelurahan Mendawai juga diterkam buaya saat mandi di sungai arut.
Karenanya masyarakat dihimbau untuk senantiasa waspada saat melakukan aktifitas disekitar sungai hingga rawan terjadi hal hal yang tak diinginkan akibat keganasan buaya. (red/tim)













