Upaya pemadaman dilakukan untuk mencegah api meluas sekaligus meminimalkan dampak asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Penanganan karhutla juga menjadi perhatian penting untuk melindungi kelestarian lingkungan, terutama habitat satwa liar di kawasan konservasi tersebut.
Dalam proses pemadaman, personel Brimob turun langsung ke area terdampak kebakaran dengan menggunakan peralatan pemadam untuk menjangkau titik api di tengah vegetasi hutan. Petugas juga mempertimbangkan kondisi medan dan mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas.
Komandan Kompi (Danki) 3 Batalyon B Pelopor, AKP Devi Satriady, mengatakan upaya tersebut merupakan bentuk komitmen Satbrimob Polda Kalteng dalam membantu penanganan karhutla dan menjaga kelestarian lingkungan.
“Personel kami terus berupaya melakukan pemadaman di lokasi kebakaran dengan mengutamakan keselamatan dan bekerja secara maksimal. Kami juga berupaya mencegah api meluas agar dampak kebakaran dan asap dapat diminimalkan, terutama di kawasan konservasi yang menjadi habitat berbagai satwa liar,” ujar Devi Satriady.
Selain melakukan pemadaman, Devi mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan.
Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap yang membahayakan kesehatan masyarakat.
Melalui upaya tersebut, Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kalteng menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penanggulangan karhutla serta menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. (red)













