News

Cegah Anak Terpapar Hoaks, Wakapolda Kalteng Ingatkan Pentingnya Pengawasan Orang Tua

×

Cegah Anak Terpapar Hoaks, Wakapolda Kalteng Ingatkan Pentingnya Pengawasan Orang Tua

Sebarkan artikel ini
Wakapolda Kalimantan Tengah Brigjen Pol Dr. Hendra Wirawan, S.H., S.I.K., M.H., saat menyampaikan khutbah Salat Jumat di Masjid Natabel Janah, Kota Palangka Raya, Jumat (30/10/2026). (ist)

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial menjadi perhatian Wakapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Brigjen Pol Dr. Hendra Wirawan. Dia mengingatkan pentingnya peran keluarga, terutama orang tua, dalam membimbing anak agar lebih bijak menggunakan teknologi digital.

Pesan tersebut disampaikan Hendra saat menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Natabel Janah, Kota Palangka Raya, Jumat (30/10/2026). Melalui kegiatan Jumat Keliling, dia mengajak masyarakat tidak hanya menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga membentengi diri dari pengaruh negatif perkembangan teknologi.

Dalam khutbahnya, Hendra menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah kebiasaan menggunakan media sosial tanpa terlebih dahulu memastikan kebenaran informasi. Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi dapat memicu keresahan, ujaran kebencian, hingga konflik di tengah masyarakat.

Karena itu, orang tua diminta lebih peduli terhadap aktivitas digital anak-anaknya. Pengawasan tidak cukup hanya dengan membatasi penggunaan gadget, tetapi juga perlu dibarengi komunikasi dan edukasi agar anak memahami risiko di dunia maya.

“Kami mengimbau kepada para orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anaknya. Ajarkan anak kita untuk tabayyun, saring sebelum sharing. Jangan sampai anak kita ikut menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun konten provokatif di media sosial yang dapat menimbulkan keresahan dan bahkan berujung pada pelanggaran hukum,” ujar Hendra.

Dia menilai, kalangan remaja cukup rentan terlibat dalam penyebaran informasi palsu ketika tidak dibekali pemahaman literasi digital yang memadai. Kurangnya pengawasan keluarga juga dapat memperbesar risiko tersebut.

Untuk mencegahnya, Hendra mengajak para orang tua membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, memberikan pemahaman tentang penggunaan gadget secara sehat, serta menjadi contoh dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.

Selain persoalan hoaks, Wakapolda juga mengingatkan masyarakat agar menjadi polisi bagi diri sendiri dan keluarga. Artinya, setiap orang perlu memiliki kepedulian terhadap keamanan lingkungan dan tidak membiarkan potensi gangguan kamtibmas berkembang.

Masyarakat juga diminta segera melapor kepada kepolisian terdekat apabila menemukan indikasi gangguan keamanan maupun penyebaran konten hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Kegiatan Jumat Keliling tersebut menjadi bagian dari Program Cooling System Polda Kalteng. Melalui pendekatan keagamaan, Polri berupaya membangun komunikasi dan mempererat hubungan dengan masyarakat.

Kehadiran kepolisian di tengah kegiatan keagamaan diharapkan tidak hanya memperkuat silaturahmi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga keamanan, termasuk di ruang digital, merupakan tanggung jawab semua pihak. (red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *