Palangka Raya, Nusaborneo.com – Komandan Korem (Danrem) 102 Panju Panjung , Brigjen TNI Iwan Rosandriyanto menghadiri diskusi dengan tema Prospek Perkebunan Sawit Pasca Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK). Kegiatan ini digelar oleh GAPKI Kalimantan Tengah dan dibuka oleh Gubernur Sugianto Sabran yang berlangsung di salah satu Hotel Kota Palangka Raya, Senin, (5/02)
Gubernur Sugianto Sabran menuturkan bahwa perkebunan sawit merupakan industri penghasil devisa negara terbesar setelah tambang dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar perusahaan, oleh karena itu kita harus menciptakan kenyamanan bagi investor sawit di wilayah Kalimantan Tengah.
Lebih lanjut disampaikan, berdasarkan data jumlah dan luas perizinan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah (total 295 unit dengan luas 3,272 juta Ha dan sudah operasional 197 unit seluas 2,267 juta Ha).
“Pemerintah optimistis dan mengapresiasi adanya iklim investasi sawit yang baik, dan mendorong agar hasil produksinya berdampak kepada masyarakat sekitar, antara lain penanganan kesehatan, penyerapan tenaga kerja, pendidikan, infrastruktur hingga peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Gubernur Sugianto Sabran.
Sementara itu, Danrem 102 Brigjen TNI Iwan Rosandriyanto mengapresiasi Adanya kegiatan ini,dan diharapkan nantinya menghasilkan solusi untuk memajukan sektor perkebunan di wilayah Kalimantan Tengah. (red/tim)













