Palangka Raya, Nusaborneo.com – Upaya menghadirkan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat terus diperkuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Melalui Kick Off Meeting Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Tahun 2026, Pemprov Kalteng mengajak seluruh kabupaten dan kota bergerak bersama membangun layanan sanitasi yang lebih baik.
Kegiatan yang digelar di Aula Bapperida, Senin (20/4/2026), menjadi titik awal kolaborasi antara pemerintah provinsi dan daerah untuk menyusun langkah nyata dalam pengelolaan air limbah domestik serta persampahan.
Penjabat Sekretaris Daerah Kalteng, Linae Victoria Aden, melalui Kepala Bidang Infraswil Bapperida Provinsi Kalteng Yohanna Endang, menegaskan bahwa sanitasi bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi bagi kesehatan dan masa depan masyarakat.
“Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus menyiapkan implementasi PPSP 2026, termasuk penyusunan dokumen perencanaan sanitasi tahun 2027,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan sanitasi saat ini diarahkan pada layanan yang aman dan berkelanjutan. Artinya, masyarakat tidak hanya mendapatkan fasilitas, tetapi juga merasakan manfaat nyata berupa lingkungan bersih, air yang sehat, dan kualitas hidup yang meningkat.
Sanitasi yang baik juga memiliki dampak besar terhadap pencegahan penyakit dan percepatan penurunan stunting. Karena itu, pemerintah mendorong agar pembangunan sanitasi berjalan seiring dengan sektor perumahan dan penyediaan air minum.
Di bidang persampahan, pemerintah pusat kini mendorong perubahan pola pengelolaan. Jika sebelumnya fokus pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), kini arah kebijakan beralih ke pengurangan sampah dari sumber, penguatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), dan tata kelola yang lebih modern.
Dalam RPJMD Kalteng 2025–2029, pemerintah menargetkan akses sanitasi aman rumah tangga mencapai 13,37 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 15,58 persen pada 2027. Sementara layanan pengumpulan sampah ditargetkan mencapai 38,5 persen pada 2026.
Seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah juga masuk dalam pendampingan PPSP 2026. Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau akan menjalani tahap awal pendampingan, sedangkan Kapuas dan Seruyan memasuki tahap lanjutan.
Pemprov Kalteng menilai keberhasilan program ini membutuhkan keterlibatan semua pihak. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, dunia usaha, hingga komunitas lingkungan.
“Keberhasilan pembangunan sanitasi ditentukan oleh sinergi semua pihak, mulai pemerintah, masyarakat hingga sektor swasta,” tegasnya.
Melalui langkah bersama ini, Pemprov Kalteng berharap setiap rumah tangga di daerah dapat menikmati lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan layak huni, sehingga kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat. (red)













