Dalam pengecekan tersebut, Fairid bersama jajaran terkait melihat langsung kondisi saluran air, termasuk kemungkinan adanya sedimentasi, pendangkalan hingga sumbatan yang dapat menghambat aliran air.
Persoalan drainase menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Sebab, saluran air yang tidak berfungsi optimal berpotensi menyebabkan air meluap ke jalan hingga masuk ke kawasan permukiman warga.
Pemerintah kota pun akan menjadikan hasil peninjauan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan. Mulai dari pembersihan saluran, pengangkatan sedimentasi hingga perbaikan teknis pada drainase yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Fairid mengatakan, langkah antisipasi perlu dilakukan sebelum curah hujan semakin meningkat. Menurutnya, pemerintah tidak ingin persoalan genangan baru ditangani setelah berdampak pada aktivitas masyarakat.
“Kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan perlu dilakukan sejak dini melalui pemantauan langsung dan koordinasi intensif bersama perangkat daerah terkait. Saya telah menginstruksikan agar titik-titik yang berpotensi menimbulkan banjir menjadi perhatian utama dan segera ditindaklanjuti di lapangan,” tegas Fairid.
Dia berharap, melalui pemantauan langsung dan penanganan sejak dini, potensi banjir di sejumlah kawasan Kota Palangka Raya dapat diminimalkan.
Upaya tersebut juga diharapkan dapat menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar, terutama warga yang setiap hari menggunakan akses jalan di kawasan rawan genangan.
Pemko Palangka Raya berkomitmen melakukan pemantauan secara berkala serta memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik selama musim penghujan. (red)













