Muara Teweh, Nusaborneo.com – Komisi II DPRD Kabupaten Barito Utara memberikan dukungan terhadap kegiatan pengawasan keamanan pangan yang dilakukan Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Keamanan Pangan Terpadu di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Muara Teweh menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, H. Taufik Nugraha, menilai langkah tersebut sangat penting guna memastikan produk pangan yang beredar di masyarakat dalam kondisi aman dan layak konsumsi.
Menurutnya, pengawasan yang melibatkan berbagai instansi seperti Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP), Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari produk pangan yang tidak memenuhi standar.
“Kami di DPRD tentu mendukung upaya pemerintah daerah melalui tim terpadu dalam melakukan pengawasan pangan. Ini penting agar masyarakat mendapatkan produk yang aman, berkualitas, dan layak dikonsumsi, khususnya menjelang perayaan Idul Fitri,” ujar Taufik di Muara Teweh, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan pengawasan tersebut juga menjadi langkah pencegahan terhadap kemungkinan beredarnya produk yang tidak sesuai ketentuan, seperti makanan kedaluwarsa, kemasan yang rusak, maupun produk tanpa izin edar.
Selain aspek keamanan pangan, pengawasan tersebut juga diharapkan dapat menjaga stabilitas ketersediaan serta harga bahan pokok di pasaran menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Lebaran.
“Pengawasan ini bukan hanya soal keamanan pangan, tetapi juga untuk memastikan stok bahan pokok tetap tersedia dan harga tetap stabil,” tambahnya.
Taufik juga mengingatkan para pelaku usaha, baik pemilik grosir maupun minimarket, agar selalu memperhatikan kualitas dan kelayakan produk yang dijual kepada masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk lebih cermat saat membeli produk pangan dengan menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa.
“Dengan pengawasan yang dilakukan pemerintah serta kesadaran masyarakat sebagai konsumen, diharapkan perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dengan aman tanpa risiko dari produk pangan yang tidak layak,” pungkasnya. (red/at)













