Kuala Kapuas, Nusaborneo.com – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Ir. Nyelong Inga Simon kembali turun langsung ke masyarakat dalam agenda Reses Perorangan Masa Persidangan I Tahun 2025 di Daerah Pemilihan V yang meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Kamis (6/11/2025). Kegiatan kali ini dilaksanakan di Kecamatan Kapuas Hilir dan Kecamatan Selat, sebagai upaya menindaklanjuti berbagai aspirasi yang telah disampaikan warga pada reses sebelumnya.
Dalam dialog bersama masyarakat, Nyelong menegaskan bahwa rangkaian reses tersebut merupakan bagian dari proses pendalaman sekaligus penyempurnaan program pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan warga. Sejumlah aspirasi yang terhimpun sejak Februari dan Juli 2025 kini difokuskan pada penguatan ekonomi produktif berbasis keluarga.
“Melalui reses ketiga ini, kami mendorong masyarakat untuk ikut aktif membangun ketahanan ekonomi, salah satunya melalui gerakan Tanam Lombok, Bebas Inflasi, Stop Stunting. Program ini sudah berjalan dan terus kami dorong sebagai kegiatan produktif di tingkat rumah tangga,” ujar Ketua Umum Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) tersebut.
Program tanam lombok menjadi salah satu intervensi berbasis keluarga untuk menekan inflasi pangan sekaligus mendukung Asta Cita yang menjadi arah kebijakan pemerintah daerah. Nyelong menjelaskan, setiap keluarga ditargetkan menanam setidaknya lima pohon lombok. Sementara LPDN menargetkan sepuluh pohon per keluarga di 15 keluarga per kelurahan.
“LPDN menyiapkan lebih dari 200 bibit. Jika pendistribusiannya diperluas, program ini bisa menjangkau hingga 5.000 kepala keluarga melalui kerja sama dengan PKK, lurah, camat, kepala desa, dan perangkat daerah terkait,” jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, pihaknya juga akan menggelar Festival Lombok pada Januari 2026 dan menetapkan Pelopor Lombok tingkat provinsi pada Agustus 2026.
Selain sektor ekonomi, Nyelong Inga Simon turut membahas peningkatan akses pendidikan bagi keluarga pra-sejahtera. Program “Satu Keluarga, Satu Sarjana” yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kalteng, menurutnya, harus diarahkan tepat sasaran agar memberikan dampak nyata.
“Saat ini ada 15 keluarga pra-sejahtera yang sudah terdata dari Kapuas. Jika dikalikan jumlah kecamatan, maka bisa mencapai 255 keluarga calon penerima manfaat. Data ini masih akan disinkronkan dengan Dinas Pendidikan Provinsi untuk memastikan kecocokan dengan data statistik,” katanya.
Ia juga menilai program seragam sekolah gratis yang sedang berjalan mendapat respon positif dari masyarakat. Ke depan, ia berharap sebagian anggaran pendidikan dapat pula dialokasikan untuk beasiswa SD hingga SMA untuk mempercepat pencapaian satu keluarga satu sarjana.
Di sisi lain, Nyelong turut memperkenalkan program matrikulasi LPDN untuk usia 15–35 tahun yang dirancang sebagai ruang pengembangan diri bagi anak muda, khususnya mereka yang putus sekolah atau belum menentukan arah masa depan.
“Melalui matrikulasi ini, mereka bisa menemukan potensi diri baik di bidang olahraga maupun kegiatan ekonomi. Ketika anak muda menemukan potensinya, mereka lebih percaya diri dan bahagia. Keluarga bahagia berarti desa pun bahagia, dan itu bagian dari fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (red)













