Personel Polsek Bukit Batu bersama warga, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) kemudian melakukan upaya penyelamatan terhadap orangutan tersebut.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna melalui Kapolsek Bukit Batu Ipda Muhammad Hafiizh Ramadhan mengatakan, penanganan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari warga.
“Orangutan tersebut ditemukan dalam kondisi lemah, dengan perkiraan berat sekitar 30 kilogram, berjenis kelamin jantan, serta terdapat luka pada kedua kaki. Penanganannya dilakukan bersama BKSDA, BOSF, dan warga,” ungkap Hafiizh, Sabtu (17/10/2026).
Informasi awal diterima Aipda Erwin A. dari seorang warga bernama Andi. Saat memeriksa kebun milik almarhum Jairan/Heni di Jalan Katune, Andi melihat bayangan hitam yang mencurigakan.
Setelah didekati, bayangan tersebut ternyata seekor orangutan yang berada di atas pohon dalam kondisi lemas. Warga kemudian melaporkan temuan itu kepada pihak kepolisian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket SPKT Regu I Polsek Bukit Batu langsung mendatangi lokasi. Petugas selanjutnya berkoordinasi dengan BKSDA dan BOSF untuk melakukan penanganan terhadap satwa dilindungi tersebut.
Bersama warga sekitar, petugas berupaya mengamankan orangutan dengan tetap memperhatikan keselamatan semua pihak. Setelah melalui proses penyelamatan, orangutan itu berhasil diamankan sekitar pukul 15.10 WIB.
Selama proses pengamanan berlangsung, tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Orangutan tersebut selanjutnya ditangani bersama pihak terkait untuk mendapatkan penanganan yang diperlukan.
Kapolsek Bukit Batu mengapresiasi keterlibatan warga dan petugas dari instansi terkait dalam proses penyelamatan tersebut. Respons cepat dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat sekaligus mendukung upaya perlindungan satwa liar. (red)













