Pemprov Kalteng

Pemadaman Listrik Berulang, Gubernur Kalteng Minta PLN Perbaiki Sistem dan Perkuat Mitigasi

×

Pemadaman Listrik Berulang, Gubernur Kalteng Minta PLN Perbaiki Sistem dan Perkuat Mitigasi

Sebarkan artikel ini
Gubernur H. Agustiar Sabran, didampingi Pj Sekda Lina Victoria Aden dan Kepala OPD saat silaturahmi bersama insan pers di Istana Isen Mulang, Rujab Gubernur Kalteng, Minggu (28/6/2026). 

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Gangguan listrik yang kerap terjadi di Kalimantan Tengah kembali menjadi sorotan pemerintah daerah. Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, meminta PT PLN (Persero) meningkatkan kesiapan sistem serta memperkuat langkah mitigasi agar pelayanan publik tidak terganggu.

Hal tersebut disampaikan Agustiar usai menghadiri Pertemuan Rutin bersama Insan Pers di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Minggu malam (28/06/2026).

Ia menilai listrik merupakan kebutuhan vital yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat ketika terjadi pemadaman. Bahkan, menurutnya, gangguan listrik dapat menghambat aktivitas layanan dasar seperti kesehatan.

“Ya pasti terganggu. Listrik itu kebutuhan utama, seperti air,” kata Agustiar sebelum meninjau salah satu rumah sakit di Palangka Raya.

Meski urusan kelistrikan berada di bawah kewenangan PLN, Pemerintah Provinsi Kalteng tetap mengambil peran dalam melakukan koordinasi agar masalah tersebut tidak berlarut-larut. Pemprov juga menilai gangguan yang sampai berdampak pada fasilitas publik perlu segera dievaluasi.

Agustiar menyayangkan masih terjadinya pemadaman yang mempengaruhi pelayanan masyarakat. Ia menekankan pentingnya perbaikan sistem agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Kita koordinasi terus dengan PLN. Ini harus jadi perhatian bersama supaya tidak mengganggu pelayanan publik,” ujarnya.

Ia juga berharap PLN menyiapkan strategi mitigasi yang lebih kuat ke depan, sehingga stabilitas pasokan listrik di Kalteng dapat lebih terjaga. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *