Palangka Raya, Nusaborneo.com – Peristiwa Penganiayaan secara brutal terhadap empat remaja yang masih berstatus sebagai pelajar terjadi di depan sebuah warung yang dijadikan tempat tongkrongan. Pria Tak dikanal sambil menenteng senjata tajam jenis samurai datang bersama beberapa temannya
Kejadian diketahui di Jalan Tilung l Kelurahan Menteng Kota Palangka Raya, Selasa (28/5/2024) Malam. Aksi brutal yang dilakukan para pelaku pemukulan tersebut terekam kamera Cctv yang berada di warung tersebut.
Didalam rekaman Cctv terlihat pelaku dengan menggunakan jaket dan memakai topi tersebut datang langsung menendang para korban dan melakukan pemukulan beberapa orang teman pelaku juga ikut melakukan pemukulan.
Pelaku yang memakai topi sempat dilerai namun karena emosi pelaku terus memukuli korbannya. Tidak hanya menggunakan tangan kosong pelaku juga memukul korbannya dengan pot bunga dan tempat sampah yang terbuat dari seng serta menginjak kepala korban.
Salah satu orang tua korban bernama Rian saat itu sedang berada di Polresta Palangka Raya mendampingi anaknya yang berinisial AN (15) sedang dimintai keterangan sebagai saksi pada Rabu (29/05) sore, mengatakan bahwa anaknya menjadi korban pemukulan di Jalan Tilung l Kelurahan Menteng Kota Palangka Raya.
Dijelaskannya Rian, Menyebutkan bahwa selain anaknya ada tiga orang lagi yang menjadi korban pemukulan dan belum diketahui apa motif dari kejadian tersebut dan diduga anaknya menjadi korban salah sasaran.
Video yang terekam kamera Cctv tersebut viral dan tersebar ke media sosial dan banyak yang mengecam aksi para pelaku yang secara brutal memukuli para korban. Saat ini untuk para pelaku sudah diamankan Polisi dan kasus tersebut ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palangka Raya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya, Kompol Ronny Nababan saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp pada Rabu (29/05) Malam, mengatakan kasusnya kini sudah ditangani.
“Ada dua pelaku yang kini diamankan dan telah dilakukan pemeriksaan intensif oleh petugas Unit PPA,” tegas Kompol Ronny.(red/am)













