Petugas tidak hanya melakukan pengecekan di lokasi, tetapi juga berkoordinasi dengan keluarga untuk memastikan yang bersangkutan mendapatkan penanganan medis secara layak.
Aduan tersebut awalnya disampaikan warga melalui nomor WhatsApp anggota Satpol PP Kobar dan diterima staf Sekretariat, Muhammad Hairul, sekitar pukul 09.30 WIB. Merespons laporan itu, petugas langsung bergerak menuju lokasi.
Penanganan dipimpin Kasi Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kobar, Selamat Riyanto, bersama Pol PP Ahli Muda Gusti Muhammad Roies, anggota Regu 2, serta staf Sekretariat.
Setibanya di lokasi, petugas melakukan pendekatan secara persuasif dan berkomunikasi dengan pihak keluarga. Dari hasil koordinasi, keluarga meminta bantuan Satpol PP untuk mendampingi dan mengantarkan yang bersangkutan ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
Pendampingan tersebut dilakukan agar ODGJ yang bersangkutan bisa mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
Kepala Satpol PP Kobar, Syahruni, mengatakan respons cepat terhadap laporan masyarakat merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan sekaligus menjaga ketenteraman dan ketertiban umum.
Menurutnya, persoalan sosial di tengah masyarakat membutuhkan kepedulian dan kerja sama berbagai pihak. Karena itu, setiap laporan warga perlu ditindaklanjuti dengan langkah yang tepat dan tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan.
Syahruni juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif kepada orang dengan gangguan jiwa. Ia meminta warga menghindari tindakan menghakimi, mengucilkan, apalagi melakukan kekerasan terhadap mereka.
“Penanganan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak, baik keluarga, masyarakat, maupun instansi terkait. Mari kita bersama-sama memberikan perhatian dan perlakuan yang manusiawi serta tidak memberikan stigma negatif kepada mereka,” imbaunya.
Melalui penanganan ini, Satpol PP Kobar berharap masyarakat semakin peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar dan tidak ragu melaporkan persoalan sosial yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Dengan dukungan keluarga, masyarakat, dan instansi terkait, penanganan terhadap kelompok rentan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan manusiawi. (red)













