Palangka Raya, Nusaborneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mematangkan pelaksanaan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Dalam rapat sosialisasi di Istana Isen Mulang, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan pentingnya sinergi lintas daerah agar program perlindungan sosial ini berjalan efektif dan benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.
Gubernur menyampaikan bahwa KHBS diluncurkan pada 20 Februari 2026, bertepatan dengan satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo. Program tersebut dirancang sebagai instrumen terpadu untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pangan, bantuan tunai, pendidikan, hingga layanan kesehatan.
“Di tengah penyesuaian anggaran, komitmen kami tetap sama: menghadirkan kebijakan yang menyentuh langsung masyarakat,” ujar Gubernur. Ia menjelaskan, meski APBD 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, prioritas perlindungan sosial tetap dijaga.
Melalui KHBS, seluruh bantuan disalurkan secara terintegrasi dan terekam digital dengan prinsip satu keluarga satu kartu. Mekanisme ini diharapkan mampu mencegah penerima ganda serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Gubernur juga menekankan bahwa pelaksanaan program membutuhkan dukungan penuh pemerintah kabupaten/kota hingga tingkat desa. Karena itu, rapat sosialisasi menghadirkan kepala daerah, camat, lurah, dan kepala desa untuk menyamakan pemahaman mengenai kriteria penerima, alur distribusi, serta penggunaan kartu.
“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa kerja bersama, program ini tidak akan optimal,” tegasnya seraya menambahkan bahwa pemerintah membuka kanal pengaduan daring untuk pemutakhiran data agar semakin tepat sasaran.
Sementara itu, Plt Sekda Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memperkuat koordinasi dan memberikan pemahaman teknis kepada seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, implementasi KHBS diharapkan berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.
Rapat tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, seluruh kepala perangkat daerah, pimpinan Bank Kalteng, serta pimpinan Perum Bulog wilayah Kalimantan Tengah. Adapun bupati dan wali kota beserta jajaran mengikuti kegiatan secara daring. (red/po)













