Palangka Raya, Nusaborneo.com – Program Pendidikan Huma Betang yang digagas Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mendapat respons sangat positif dari masyarakat. Berdasarkan hasil survei persepsi publik tahun 2025, tingkat kepuasan terhadap kinerja Gubernur Agustiar Sabran mencapai 97,6 persen, dengan sektor pendidikan menjadi salah satu faktor penilaian utama.
Survei tersebut menyoroti implementasi Program Pendidikan Huma Betang yang mencakup empat pilar utama, yakni digitalisasi pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, pengembangan Kelas Digital Huma Betang, serta penyediaan beasiswa dan sekolah gratis bagi peserta didik.
Digitalisasi pendidikan diwujudkan melalui distribusi televisi interaktif serta penyediaan akses internet gratis di sekolah-sekolah. Langkah ini dinilai publik mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses informasi, dan mendorong efisiensi proses belajar-mengajar. Tak heran, program digitalisasi menjadi aspek paling diapresiasi dengan tingkat kepuasan mencapai 95 persen.
Sementara itu, pembenahan sarana dan prasarana sekolah juga dirasakan signifikan oleh masyarakat. Sebanyak 79,9 persen responden menyatakan kondisi fasilitas pendidikan mengalami perbaikan, terutama pada ketersediaan ruang belajar, fasilitas umum, listrik, dan jaringan internet yang lebih memadai.
Kelas Digital Huma Betang yang dikembangkan Dinas Pendidikan Kalteng sebagai platform pembelajaran daring turut dinilai strategis dalam menjawab tantangan akses pendidikan di wilayah terpencil. Program ini memungkinkan siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh, meskipun masih menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan.
Survei juga mencatat adanya tantangan yang perlu segera ditangani, seperti kesiapan sumber daya manusia, keterbatasan listrik, serta belum meratanya jaringan internet di beberapa daerah. Publik menilai peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan dan pendampingan siswa menjadi langkah penting agar pemanfaatan teknologi pendidikan berjalan optimal.
Meski demikian, tingkat optimisme masyarakat tetap tinggi. Sebanyak 96,1 persen responden menyatakan yakin Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mampu mengatasi kendala tersebut secara bertahap. Dukungan publik terhadap kelanjutan Program Pendidikan Huma Betang pun tercatat sangat kuat, mencapai 98 persen.
Sebagai informasi, Program Pendidikan Huma Betang resmi diluncurkan pada 10 September 2025 setelah melalui tahap perencanaan sejak 2024 dan direncanakan terus diperluas pada 2026. Evaluasi publik yang dilakukan Litbang Kompas memiliki tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen dengan margin of error sekitar 6,89 persen.
Capaian ini menegaskan Program Pendidikan Huma Betang sebagai salah satu indikator penting keberhasilan kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran, khususnya dalam menghadirkan kebijakan pendidikan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Kalimantan Tengah. (red)













