Sampit, Nusaborneo.com – Upaya pencarian terhadap seorang lansia yang dilaporkan hilang di Sungai Mentaya, Kuala Kuayan, akhirnya menemukan titik terang. Setelah dua hari penyisiran, Tim SAR Gabungan bersama warga setempat berhasil menemukan korban dalam kondisi tak bernyawa pada Minggu (16/11/2025) siang.
Informasi hilangnya korban pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya pada Sabtu (14/11/2025). Laporan disampaikan oleh Lurah Kuala Kuayan, Dadang Arianto, yang menyebut bahwa seorang warga bernama Masliun (80) diduga tenggelam di sungai tersebut.
Menurut keterangan keluarga, Masliun meninggalkan rumah menuju tepian sungai pada Sabtu (15/11/2025) sekitar pukul 12.00 WIB. Tak lama kemudian, hanya pakaian dan jejak kaki yang mengarah ke sungai ditemukan di lokasi. Khawatir terjadi sesuatu, pihak keluarga segera menghubungi aparat dan perangkat desa.
Kepala Kantor Basarnas Palangka Raya, AA. Ketut Alit Supartana, menindaklanjuti laporan itu dengan mengerahkan satu tim rescue dari Pos SAR Sampit. Pencarian dilakukan bersama BPBD Kotawaringin Timur, Babinsa Kuala Kuayan, Polsek Mentaya Hulu, serta warga sekitar.
Setelah melakukan penyisiran intensif, tepat pada Minggu pukul 13.30 WIB, tim menemukan korban mengapung sekitar 500 meter dari titik awal diduga jatuh. Tubuh korban tersangkut di lanting milik warga.
“Korban terlihat mengapung dan tersangkut pada lanting. Beruntung ada warga yang melihat lebih dulu, sehingga proses evakuasi dapat segera dilakukan,” ujar Dedi, Koordinator Lapangan Basarnas.
Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan.
“Kami menyatakan operasi SAR selesai dan ditutup. Terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dan masyarakat yang turut membantu,” kata Alit.
Pihak Basarnas juga menyampaikan belasungkawa serta apresiasi atas kerja sama warga dalam proses pencarian yang berjalan dua hari tersebut. (red)













