Kuala Kurun, Nusaborneo.com – Upaya meningkatkan literasi dan kemampuan menulis di kalangan pelajar mulai mendapat perhatian di Kabupaten Gunung Mas. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gunung Mas berkolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menggelar pelatihan jurnalistik sekaligus lomba menulis berita yang diikuti puluhan siswa dari tingkat SMA/SMK/MA, Rabu (26/11/2025).
Kegiatan ini tak hanya bertujuan mengasah kemampuan teknik penulisan berita, tetapi juga mendorong pelajar untuk terlibat aktif dalam penyebaran informasi pembangunan daerah secara objektif.
“Kami memberikan apresiasi besar kepada PWI yang mampu menghadirkan ruang edukasi semacam ini. Selain mengenalkan dunia jurnalistik, kegiatan ini juga mengajak pelajar ikut mengamati proses pembangunan daerah dengan cara yang benar,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Gumas, Baryen, melalui Sekretaris Dinas Bambang Jaya.
Bambang menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten dalam mendukung program Tambun Bungai Maju. Menurutnya, fasilitas publik seperti irigasi, jembatan, hingga jaringan jalan bukan hanya simbol fisik semata, tetapi bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Maka dari itu, diperlukan informasi pembangunan yang tersampaikan secara tepat, lugas, dan mudah dipahami masyarakat,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, pelajar dibekali dasar-dasar jurnalistik, teknik menulis berita berpedoman 5W+1H, hingga cara melakukan observasi lapangan. Bambang berharap, kompetisi menulis yang menyertai agenda ini dapat melahirkan karya yang menggambarkan dinamika pembangunan infrastruktur di Gumas.
“DPU menyambut baik gagasan ini karena sejalan dengan prinsip keterbukaan informasi publik. Harapan kami, generasi muda berani menulis fakta secara jujur, kritis, serta bernilai konstruktif,” tambahnya.
Ketua PWI Gumas, Arham Said, menyebut kegiatan ini merupakan program nyata organisasi dalam meningkatkan kapasitas jurnalistik di lingkungan sekolah. Tema pembangunan infrastruktur dipilih agar pelajar mulai familiar dengan isu strategis di daerahnya.
“Kami ingin mereka menulis berdasarkan data dan pengamatan nyata. Itu fondasi penting dalam praktik jurnalistik,” ujarnya.
Peserta akan diberikan waktu hingga 30 November 2025 untuk mengirimkan hasil tulisan. Karya terbaik akan dinilai pada 1 Desember, diumumkan 2 Desember, dan pemenang menerima penghargaan pada puncak Hari Bakti PU, 3 Desember 2025. Trofi, uang pembinaan, hingga publikasi media disiapkan bagi para juara.
“Dewan juri berasal dari PWI Gumas dan DPU. Semoga muncul penulis muda yang mampu bersaing dan berkontribusi bagi perkembangan informasi pembangunan,” tutup Arham. (red/ar)













