Keributan mulai terdengar sekitar pukul 19.30 WIB. Menurut keterangan, pertikaian dipicu oleh ucapan korban yang membuat pelaku tersinggung. Kondisi pelaku yang disebut tengah mabuk semakin memperkeruh situasi, hingga ia memutuskan mengambil senjata tajam untuk menyerang.
Namun aksi yang dimulai dari emosi justru berkembang menjadi perkelahian sengit. Kedua belah pihak terlibat saling dorong dan berebut senjata, mengakibatkan luka yang timbul bukan sekadar hasil tusukan, melainkan akibat pergulatan fisik yang tak terhindarkan.
Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Palangka Raya, Ipda Helmie, membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa insiden terjadi karena persoalan sepele yang diperparah alkohol.
“Pelaku tersinggung oleh ucapan korban dan saat itu dalam pengaruh minuman keras. Luka yang dialami keduanya terjadi akibat perebutan senjata tajam, bukan penusukan langsung,” jelasnya.
Kedua pria yang terlibat pertikaian itu kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat. Demi menjaga kondisi tetap kondusif, keduanya dipisahkan dan dirawat di dua fasilitas kesehatan berbeda, satu di RS Bhayangkara Palangka Raya Polda Kalteng dan satu lagi di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.
Hingga berita ini ditebritkan, Minggu malam, proses pendalaman motif masih berlangsung. Polisi menyebut belum ada laporan resmi dari pihak korban maupun keluarganya.
“Anggota masih di lapangan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutup Ipda Helmie.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kata-kata dan alkohol sering kali menjadi pemicu tragedi yang tak perlu terjadi. Warga diimbau tetap mengedepankan penyelesaian masalah secara damai sebelum amarah menjadi bencana.(red/jn)













