Jogjakarta, Nusaborneo.com – Sebanyak 30 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) dilepas untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Wakil Menteri ATR/Waka BPN, Ossy Dermawan, menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan arsip pertanahan yang terdampak bencana hidrometeorologi.
“Peserta harus berhati-hati dan teliti dalam menangani arsip, karena ini menyangkut dokumen penting pertanahan,” kata Wamen Ossy saat melepas 619 Taruna/i di Pendopo Sasana Widya Bhumi, STPN, Sleman, Senin (9/2/2026).
Salah satu peserta, Teuku Kanda (25), mengatakan timnya akan ditempatkan di Aceh Tamiang, Aceh, untuk memulihkan arsip terdampak banjir dan lumpur. “Kami dibagi tugas: taruna fokus membersihkan arsip, taruni menangani pengeringan dan penguraian,” jelasnya.
Pembekalan teknis telah diberikan sebelum keberangkatan, termasuk metode restorasi arsip yang efektif. Kegiatan KKNP-PTLP ini akan berlangsung selama satu semester atau sekitar enam bulan.
Selain membantu pemulihan arsip, program ini diharapkan memberi pengalaman lapangan yang memperkuat profesionalisme dan tanggung jawab para Taruna/i STPN. (red/foto:ist)













