Pemkab Kapuas

Banama Hai dan Ngarunya, Pemkab Gelar Warisan Adat Kapuas yang Mengalir Bersama Semangat Hari Jadi

×

Banama Hai dan Ngarunya, Pemkab Gelar Warisan Adat Kapuas yang Mengalir Bersama Semangat Hari Jadi

Sebarkan artikel ini
Bupati Kapuas HM Wiyatno bersama Ketua TP-PKK  Siti Saniah Wiyatno di kegiatan prosesi adat Banama Hai dan Ngarunya sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke-220 sekaligus HUT emerintah Kabupaten Kapuas ke-75, Senin (6/4/2025). (ist)

Kuala Kapuas, Nusaborneo.com – Aliran Sungai Kapuas kembali menjadi saksi hidupnya tradisi leluhur. Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar prosesi adat Banama Hai dan Ngarunya sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke-220 sekaligus Hari Ulang Tahun Pemerintah Kabupaten Kapuas ke-75, Senin (6/4/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Kapuas HM Wiyatno didampingi Ketua TP-PKK Siti Saniah Wiyatno dan Wakil Bupati Kapuas Dodo, Sekda Kapuas Usis I Sangkai bersama jajaran Kepala OPD dan lapisan masyarakat.

Sejak pagi, suasana di Pelabuhan Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, dipenuhi nuansa budaya yang kental. Iring-iringan kapal yang membawa tokoh adat, jajaran pemerintah daerah, serta masyarakat bergerak perlahan menyusuri sungai menuju Pelabuhan KP3. Denting tradisi terasa kuat, berpadu dengan antusiasme warga yang memadati tepian sungai untuk menyaksikan prosesi sakral tersebut.

Banama Hai bukan sekadar seremoni, tetapi simbol perjalanan sejarah dan identitas masyarakat Kapuas yang tak terpisahkan dari sungai. Di setiap gerak perahu, tersimpan harapan akan kesinambungan budaya yang diwariskan turun-temurun.

Setibanya di Pelabuhan KP3, prosesi dilanjutkan dengan ritual adat Ngarunya. Dalam suasana khidmat, doa-doa dipanjatkan sebagai wujud rasa syukur sekaligus harapan agar Kabupaten Kapuas senantiasa diberi keselamatan, kesejahteraan, dan kemajuan di masa mendatang.

Momentum ini juga menjadi ruang refleksi bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk menjaga harmoni antara pembangunan dan pelestarian budaya. Tradisi yang tetap hidup diyakini menjadi fondasi penting dalam memperkuat jati diri daerah di tengah arus modernisasi.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah di Aula Rumah Jabatan Bupati Kapuas. Kehangatan terasa dalam kebersamaan para undangan yang saling berinteraksi, mempererat silaturahmi, serta memperkuat sinergi dalam membangun Kapuas ke arah yang lebih baik.

Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Kapuas menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan nilai-nilai kearifan lokal, sekaligus menjadikannya sebagai energi penggerak dalam membangun daerah yang berkarakter dan berdaya saing. (red/hp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *