Palangka Raya, Nusaborneo.com — Usai sudah pelarian seorang tahanan bernama Krisantus Dominikus Werong Lubur alias Santos (25), tahanan Polsek Samarinda yang kabur dari sel tahanan Mapolsek Samarinda pada 19 Oktober 2025 lalu.
Santos akhirnya berhasil diamankan Tim Gabungan Macan Kalteng, terdiri dari Ditreskrimum Polda Kalteng, Resmob Polresta Palangka Raya, Ditintelkam Polda Kalteng, Intelmob Satbrimob Polda Kalteng, Buser Polsek Pahandut, serta tim dari Polda Kalimantan Timur, pada Sabtu malam (25/10/2025) sekitar pukul 22.36 WIB di Jalan Janah Jari, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya.
Saat ditangkap, pelaku tengah berada di rumah kakaknya. Petugas yang telah mengantongi informasi akurat langsung melakukan penindakan cepat dan berhasil meringkus Santos tanpa perlawanan.
Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Kompol M. Rian Permana melalui Kanit Jatanras Iptu Helmi Hamdani menjelaskan, keberhasilan ini merupakan hasil koordinasi cepat antar-satuan.
“Tim gabungan dari dua Polda bergerak bersama hingga berhasil mengamankan DPO tanpa perlawanan,” ujar Iptu Helmi.
Ia menegaskan, keberhasilan ini menjadi bukti kuat sinergitas Polri dalam penegakan hukum lintas daerah.
“Kami berkomitmen memperkuat kerja sama antar-satuan dalam menghadapi kasus pelarian maupun kejahatan lintas wilayah,” ungkapnya.
Dari hasil interogasi awal, tersangka mengaku melarikan diri melalui lubang kloset yang dijebol bersama tahanan lain bernama Muhammad Yusril alias Unyil. Setelah kabur, keduanya menempuh perjalanan darat menumpang kendaraan menuju Provinsi Kalimantan Tengah.
Setibanya di Kabupaten Pulang Pisau, keduanya berpisah arah. Santos melanjutkan perjalanan ke Palangka Raya sebelum akhirnya ditangkap oleh tim gabungan.
Saat ini, Santos telah diamankan di Rutan Polresta Palangka Raya, sementara tahanan lainnya M. Yusril alias Unyil masih dalam pencarian.
“Kami menghimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan DPO atas nama Muhammad Yusril alias Unyil agar segera melaporkan ke kantor polisi terdekat di wilayah hukum Polda Kalimantan Tengah,” tegas Iptu Helmi. (Red/JN)













