Palangka Raya, Nusaborneo.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Tengah resmi meluncurkan Program Ekoteologi Pesantren di Pondok Pesantren Al-Wafa, Palangka Raya, Selasa (10/2/2026). Program ini diharapkan menjadi gerakan nyata pesantren dalam menjaga kelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan.
Peluncuran program dilakukan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Kalteng, H. Yusi Abdhian, dan dirangkai dengan pengukuhan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Palangka Raya. Kegiatan tersebut turut dihadiri pejabat daerah, perwakilan Bank Indonesia, tokoh masyarakat, serta para pimpinan pondok pesantren.
Dalam sambutannya, H. Yusi Abdhian menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat. Melalui pendidikan dan keteladanan, pesantren dinilai mampu menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak dini kepada para santri.
“Ekoteologi adalah wujud implementasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga alam sebagai amanah dari Allah SWT. Pesantren harus tampil sebagai pelopor gerakan ramah lingkungan,” ujarnya.
Sebagai tahap awal, program ini diterapkan melalui pilot project di Pondok Pesantren Al-Wafa dan Pondok Pesantren Manba’u Darissalam Palangka Raya. Ke depan, program serupa direncanakan akan diperluas ke pesantren lainnya di Kalimantan Tengah.
Launching ditandai dengan penyerahan plang Program Ekoteologi Pesantren kepada pimpinan pondok pesantren oleh Kakanwil bersama Kepala Kemenag Kota Palangka Raya, H. Muhidin Arifin. Selain itu, dilakukan aksi simbolis memasukkan botol plastik bekas ke dalam keranjang pengelolaan sampah sebagai komitmen pengurangan limbah plastik.
Sampah yang terkumpul nantinya akan dikelola dan dimanfaatkan kembali agar memiliki nilai ekonomi. Melalui langkah tersebut, pesantren tidak hanya mendidik santri dalam aspek spiritual, tetapi juga membangun kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kakanwil berharap Program Ekoteologi Pesantren dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat karakter santri serta mendukung pembangunan ramah lingkungan di Kalimantan Tengah. (shah/rls)













