Palangka Raya, Nusaborneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus memantau perkembangan arus mudik menjelang Lebaran. Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, memprediksi puncak pergerakan pemudik akan terjadi pada 17 hingga 18 Maret 2026.
Hal tersebut disampaikan saat dirinya meninjau langsung aktivitas penumpang di Bandara Tjilik Riwut, Sabtu (14/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, gubernur didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta General Manager Angkasa Pura I Bandara Tjilik Riwut, I Made Dermawan.
Saat berada di bandara, Agustiar Sabran menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah calon penumpang. Ia menanyakan kondisi perjalanan sekaligus memastikan layanan di bandara berjalan dengan baik bagi masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.
Gubernur juga mengingatkan para pemudik agar tetap waspada selama perjalanan, terutama dalam menjaga barang bawaan pribadi.
“Perjalanan mudik biasanya ramai, sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati. Jangan menaruh barang berharga secara terbuka yang bisa memancing tindak kejahatan,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun jumlah penumpang di bandara mulai mengalami peningkatan, kondisi saat ini masih belum memasuki puncak arus mudik. Pemerintah daerah bersama pengelola bandara serta instansi terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan seluruh fasilitas dan layanan siap menghadapi lonjakan penumpang.
Selain aspek keamanan, Agustiar Sabran juga menekankan pentingnya kesiapan layanan kesehatan di area bandara untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dialami para pemudik selama perjalanan.
“Kita ingin memastikan masyarakat bisa melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. Karena itu, selain pengamanan, kesiapan fasilitas kesehatan juga menjadi perhatian,” katanya.
Ia memperkirakan lonjakan penumpang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama menjelang pertengahan Maret. Oleh sebab itu, seluruh pihak diminta tetap siaga guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Di akhir peninjauan, gubernur turut mengingatkan warga yang akan meninggalkan rumah untuk mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman, seperti mematikan listrik yang tidak diperlukan serta memastikan pintu dan jendela telah terkunci dengan baik.
“Pastikan rumah aman sebelum berangkat, sehingga perjalanan mudik bisa dilakukan dengan tenang,” tutupnya. (red)













