Kuala Kapuas, Nusaborneo.com – Kesal dan merasa sakit hati karena sering diejek oleh korban yang mengatakan bahwa pelaku bukan anak kandung orangtuanya yaitu Sabar, Fran Irawan (20) warga Desa Tangirang Kecamatan Kapuas Hulu naik pitam dan akhirnya menebas Santo (32) yang tidak lain tetangganya sendiri dengan sebilah Mandau.
Alhasil akibat mendapatkan tebasan Mandau dari Fran, Santo akhirnya meninggal dunia dilokasi kejadian saat berada di wilayah Sei Panduian Desa Tangirang.
Sebagaimana rilies yang disampaikan kemedia ini menerangkan, kejadian ini terjadi pada Selasa (5/3) sekitar pukul 14.00 Wib, dan ini baru diketahui oleh saksi Sendi dan Sabar pada saat keduanya memperbaiki mesin yang mana mereka mendengar ada orang berteriak meminta tolong.
Karena takut, akhirnya keduanya meminta tolong kepada warga yang kemudian secara bersama-sama mendatangi lokasi, pada saat tiba dilokasi kejadian warga menemukan bercak darah serta topi milik korban dan setelah dicari disekitar lokasi, warga menemukan 1 buah cangkul, 1 buah sarung parang serta galian tanah yang ditutup dengan terpal setelah terpal dibuka yang tertimbun tanah, warga kaget sebab dalam timbunan itu warga melihat sesosok mayat.
Mendapatkan hal tersebut warga kemudian memberitahukan kepala desa yang selanjutnya menindaklanjuti dengan melaporkan ke aparat Polsek Kapuas Hulu atau Sei Hanyo.
Kasatreskrim polres Kapuas, AKP Iyudi Hartanto membenarkan perihal telah terjadi tindak pidana Menghilangkan nyawa orang lain dan penganiyaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 Jo Pasal 351 ayat (3) KUHPidana.
“Untuk pelaku sudah kita amankan, sementara motifnya sendiri pelaku menghabisi nyawa korban adalah lantaran kesal dan sakit hati yang mana korban sering mengatakan bahwa pelaku disebut bukan anak kandung dari orangtuanya yaitu sabar,” Katanya.(hp)













