Palangka Raya, Nusaborneo.com – Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Tengah mengintensifkan operasi siaga darurat dengan mengerahkan personel di darat dan dukungan armada udara untuk mempercepat penanganan titik api serta mencegah meluasnya kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBPK Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengatakan operasi dilakukan secara terpadu sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi meningkatnya potensi karhutla di sejumlah wilayah rawan.
Menurut dia, Satgas mengoptimalkan patroli udara, pemadaman melalui water bombing, operasi darat, hingga sosialisasi kepada masyarakat agar pencegahan dilakukan sejak dini.
“Pengendalian karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga upaya preventif agar risiko kebakaran dapat ditekan,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Dalam operasi tersebut, Satgas mengerahkan dua pesawat patroli dan dua helikopter water bombing. Selain itu, sebanyak 15 regu pemadaman disiagakan di sejumlah titik, termasuk Tumbang Nusa, Kameloh Baru, dan Pos Komando, serta 20 regu gabungan diterjunkan untuk normalisasi kanal guna mencegah api meluas.
Operasi melibatkan BPBPK, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Posko Krisis Karhutla yang bertugas secara bergantian selama 24 jam.
Di sisi lain, Satgas juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui siaran keliling dan pembagian masker serta leaflet di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya. Warga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan jika menemukan titik api.
Ahmad Toyib berharap keterlibatan seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat upaya pengendalian karhutla sehingga dampak kabut asap terhadap kesehatan, lingkungan, dan aktivitas ekonomi dapat diminimalkan. (Red)













