NewsPemko Palangka Raya

Gambut dan Angin Kencang Jadi Kendala Pemadaman Karhutla di Palangka Raya

×

Gambut dan Angin Kencang Jadi Kendala Pemadaman Karhutla di Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
Petugas gabungan saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Tumbang Tahai, Palangka Raya. (ist)

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Petugas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya. Kondisi lahan gambut, angin kencang, hingga terbatasnya sumber air menjadi tantangan dalam upaya mencegah api meluas.

Pemadaman dilakukan Satgas Tanggap Darurat Karhutla Polresta Palangka Raya Regu 11 bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga setempat. Petugas menyisir dua lokasi kebakaran di Jalan Tjilik Riwut, yakni Km 23 atau Jalan Binaan dan Km 27,5.

Di tengah kondisi yang menyulitkan, petugas melakukan penyekatan untuk membatasi penjalaran api. Pendinginan juga dilakukan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di area lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan tanah.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna melalui Padal Satgas Karhutla Regu 11 Ipda Siswandi mengatakan, upaya penanganan terus dilakukan untuk memastikan api tidak kembali menyala dan meluas ke area lain.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan kebakaran,” kata Siswandi, Sabtu (24/10/2026).

Dalam penanganan tersebut, petugas berhasil melakukan pemadaman di dua area. Titik pertama memiliki luas sekitar 20 x 30 meter, sedangkan titik kedua mencapai 50 x 100 meter.

Meski pemadaman telah dilakukan, petugas tetap melakukan pemantauan secara berkala. Langkah ini penting untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di lokasi terdampak.

Polresta Palangka Raya juga mengingatkan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Masyarakat diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan jika melihat kepulan asap maupun titik api.

Kewaspadaan warga dan respons cepat terhadap kebakaran diharapkan dapat membantu mencegah api meluas, sekaligus melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi. (red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *