Palangka Raya, Nusaborneo.com – Tidak banyak yang melihat bagaimana panjangnya malam-malam yang dilalui aparat keamanan saat pesta demokrasi berlangsung. Di balik situasi yang tampak tenang saat Pilkada serentak 2024 di Kalimantan Tengah, ada kerja senyap yang akhirnya berbuah penghargaan.
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menerima apresiasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia atas perannya dalam Sentra Gakkumdu. Penghargaan itu diserahkan oleh Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja melalui Ketua Bawaslu Kalteng, Satriadi, di Mapolda Kalteng, Senin (6/4/2026).
Namun, lebih dari sekadar seremoni, penghargaan ini menyimpan cerita tentang bagaimana aparat bekerja di bawah tekanan. Mulai dari potensi konflik antarpendukung, penyebaran isu liar, hingga menjaga netralitas di tengah suhu politik yang kerap memanas.
Kapolda tak menampik, menjaga kondusivitas bukan perkara mudah. Ia menegaskan, keberhasilan tersebut bukan kerja satu orang, melainkan hasil dari keteguhan seluruh personel di lapangan.
“Ada anggota yang harus meninggalkan keluarga, berjaga hingga dini hari, memastikan setiap tahapan berjalan aman. Ini adalah kerja bersama,” ujarnya.
Di sisi lain, Bawaslu melihat ada pendekatan berbeda yang dilakukan jajaran Polda Kalteng. Program cooling system yang digagas dinilai bukan sekadar strategi formal, tetapi upaya meredam emosi publik sebelum konflik benar-benar terjadi.
Pendekatan ini menjadi penting, mengingat dinamika politik lokal yang kerap menyentuh relasi sosial masyarakat hingga ke tingkat akar rumput. Ketika gesekan kecil dibiarkan, bukan tidak mungkin berkembang menjadi konflik terbuka.
Satriadi menilai, keberhasilan Pilkada di Kalteng tidak hanya diukur dari minimnya pelanggaran, tetapi juga dari terjaganya rasa aman masyarakat selama proses berlangsung.
“Ini bukan hanya soal hukum, tapi bagaimana negara hadir menjaga ketenangan warganya,” tegasnya.
Penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga demokrasi bukan sekadar tugas saat hari pencoblosan, melainkan proses panjang yang membutuhkan kesiapsiagaan, komunikasi, dan kepekaan terhadap situasi sosial.
Di Bumi Tambun Bungai, cerita Pilkada 2024 mungkin telah usai. Namun pekerjaan menjaga kepercayaan publik, itulah yang sesungguhnya belum selesai. (red/am)













