Palangka Raya, Nusaborneo.com – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Okki Maulana, mendorong pemerintah daerah meningkatkan pemerataan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) serta alat pelindung diri (APD) bagi relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swakelola masyarakat.
Menurut Okki, kelengkapan peralatan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung keselamatan dan efektivitas relawan saat menangani kebakaran, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia menilai, perlengkapan yang digunakan petugas pemadam kebakaran dari instansi pemerintah relatif lebih lengkap. Sementara itu, sejumlah kelompok BPK swakelola masyarakat masih menghadapi keterbatasan peralatan.
“Sementara kalau dari Dinas Damkar sendiri aku melihat di lapangan APD mereka lumayan komplit. Kita juga memaklumi memang itu ada keterbatasan, mungkin keterbatasan finansial atau ekuipmen, bagiannya yang memang adanya segitu,” ujar Okki.
Okki mengatakan, perhatian pemerintah terhadap keberadaan relawan BPK sebenarnya sudah cukup baik. Namun, pertumbuhan kelompok BPK swakelola masyarakat dalam satu dekade terakhir membuat kebutuhan dukungan peralatan semakin besar.
“Karena dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini pertumbuhan BPK swakelola masyarakat itu sangat pesat,” katanya.
Menurut dia, persoalan tersebut juga berkaitan dengan belum tersentralisasinya seluruh kelompok relawan ke lembaga kedinasan terkait.
Di tingkat kabupaten dan kota, misalnya, kelompok relawan BPK belum seluruhnya berada dalam satu sistem koordinasi BPBD maupun Dinas Pemadam Kebakaran. Sementara di tingkat provinsi, pembinaan dan penanganan relawan berada dalam koordinasi dinas terkait.
Karena itu, Okki mendorong adanya penataan dan koordinasi yang lebih baik terhadap kelompok-kelompok BPK swakelola masyarakat. Pendataan dinilai penting agar pemerintah dapat mengetahui kelompok yang aktif serta kebutuhan peralatan di lapangan.
Dengan pendataan dan koordinasi yang lebih baik, bantuan sarpras maupun APD diharapkan tidak hanya terpusat pada kelompok tertentu, tetapi dapat menjangkau relawan yang aktif membantu penanganan kebakaran.
“Harapannya ke depan bantuan itu bisa lebih merata, sehingga teman-teman relawan juga bisa bekerja dengan perlengkapan yang lebih memadai,” pungkasnya. (red/yd)













