Kuala Kapuas, Nusaborneo.com – Hamparan sawah yang menguning di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, menjadi saksi panen raya padi yang dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, dan Bupati Kapuas HM Wiyatno, Rabu (8/7/2026).
Panen raya tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menunjukkan besarnya potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Kapuas sebagai salah satu lumbung beras di Kalimantan Tengah.
Kegiatan itu juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Kapuas, kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, kelompok tani, serta masyarakat yang memadati lokasi panen.
Total areal panen mencapai sekitar 25.817 hektare yang tersebar di empat kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Kapuas Kuala seluas 8.674 hektare, Bataguh 8.643 hektare, Kapuas Timur 4.472 hektare, dan Tamban Catur 4.027 hektare.
Bupati Kapuas HM Wiyatno mengatakan hasil panen tersebut menjadi gambaran bahwa sektor pertanian di Kabupaten Kapuas terus menunjukkan potensi yang besar dalam mendukung kebutuhan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Panen raya ini diharapkan menjadi bukti bahwa lahan pertanian di Kabupaten Kapuas mampu mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional,” kata Wiyatno.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur pendukung, penyediaan sarana produksi, serta pendampingan kepada petani agar produktivitas lahan terus meningkat.
Menurut Wiyatno, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga semangat para petani dalam mengelola lahan dan memanfaatkan teknologi budidaya yang semakin berkembang.
“Saya mengajak seluruh petani untuk terus menjaga semangat mengelola lahan, memanfaatkan teknologi pertanian yang tepat, serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan berbagai pihak,” ujarnya.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kontribusi Kabupaten Kapuas sebagai salah satu daerah penghasil beras yang berperan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Sebelum panen dimulai, rombongan gubernur, pangdam, kapolda, dan bupati disambut tarian adat Dayak. Penampilan para penari dengan balutan busana tradisional dan iringan musik khas Kalimantan menambah semarak suasana sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada para tamu yang hadir.
Wiyatno mengapresiasi masyarakat dan para pelaku seni yang terus menjaga kelestarian budaya daerah. Menurut dia, tradisi yang tetap hidup di tengah masyarakat merupakan identitas yang perlu diwariskan kepada generasi muda.
Rangkaian penyambutan berlangsung hangat dan disambut antusias warga sebelum seluruh tamu bersama-sama menuju hamparan sawah untuk mengikuti agenda utama panen raya. (red)













